Studi Banding di Tangsel, Dewan Belajar Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Kota Bima, Kahaba.- DPRD Kota Bima menggelar Studi Banding di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) lebih kurang lima hari. Disana, seluruh wakil rakyat itu mempelajari betul bagaimana pemberdayaan ekonomi masyarakat, melalui Koperasi dan UKM.

M. Nor saat menyampaikan sejumlah pertanyaan saat studi banding di Kota Tangerang Selatan. Foto: Istimewa

M. Nor saat menyampaikan sejumlah pertanyaan saat studi banding di Kota Tangerang Selatan. Foto: Istimewa

Ketua Komisi II DPRD Kota Bima, M. Nor mengaku, di Kota Tangerang Selatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Koperasi dan UKM, luar biasa. Saking fokusnya mengurus itu, Kota yang baru terbentuk tahun 2008 itu mendapat anugerah satya lencana sebanyak dua kali dari Presiden.

“Kotanya baru terbentuk, tapi perkembangannya sangat luar biasa. Terutama pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Koperasi dan UKM. Ini tidak lepas dari manajemen pemerintahan, kemudian kesadaraan masyarakat yang sangat tinggi,” ujarnya, Rabu (14/9).

Di Kota tersebut, diakui duta PAN itu, koperasi milik masyarakat tersebut terbentuk dari usaha usaha milik masyarakat. Tapi pemerintahnya juga memberikan porsi perhatian yang serius. Selain membantu permodalan, juga diberikan pembinaan dan pelatihan.

“Koperasi itu bukan milik pemerintah. Jumlah koperasi disana lebih dair 50 unti koperasi. Kondisinya sangat sehat, terutama keuangannya,” beber Nor.

Melihat grafik perkembangan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Koperasi dan UKM di Kota Tangsel sangat baik, maka menjadi keinginan pihaknya untuk mencoba berkoordinasi dengan pemerintah eksekutif untuk bisa serius belajar dari Kota Tangsel.

“Keinginan ini akan kami sampaikan pada rapat paripurna penyampaian hasil studi banding,” katanya.

M. Nor juga mengungkapkan, di Kota tersebut, PAD pertahunnya sebesar Rp 1,2 Triliun. Sumber pendapatan yang paling banyak dari pajak dan retribusi, dengan proses pembayarannya dilakukan secara online. PAD yang sangat besar tersebut, tidak terlepas dari adanya Peraturan Daerah yang dijalankan dengan baik dan kesadaran warga yang sangat tinggi.?

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. banyak bicara DPRD study banding terus apa sehhhh yang dihasilkan selama ini oleh DPRD selama study banding selama ini……………….. hanya habisin uang rakyat aja…. isi study banding tapi apa yang ada selama ini….. adanya study jalan2 habisin uang anggaran aja….. selesaikan dulu masalah suap klinis anggaran yang menimpa DPRD baru study banding yang jelas….. malu tau kalian tuh make uang rakyat untuk jalan2 tapi hasil toh saya berkoar aja…. selama study banding yang dilaksankan mana hasilnya…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *