Agendakan Kegiatan Budaya, FOKKA Silahturahim dengan Wawali Bima

Kota Bima, Kahaba.- Wakil Walikota (Wawali) Bima H. Arahman H. Abidin menerima kunjungan dari FOKKA (Forum Komunikasi Kasabua Ade) Jakarta, di ruang kerjanya Kamis (15/09). Kedatangan rombongan FOKKA bermaksud menyampaikan rencana kegiatan pelestarian budaya yang akan digelar di Citra Raya Tangerang.

Wawali Bima pose bersama pengurus FOKKA Jakarta. Foto: Hum

Wawali Bima pose bersama pengurus FOKKA Jakarta. Foto: Hum

Sekretaris FOKKA Subhan beserta rombongan datang bersilaturrahim dengan Pemerintah Kota Bima untuk menyampaikan beberapa agenda kegiatan yang akan dilaksanakan oleh FOKKA Jakarta yakni, pentas seni Bima dan Pawai Rimpu yang akan dilaksanakan di Citra Raya Tangerang.

“Target peserta pawai pada kegiatan ini sebanyak 3.000 orang sekaligus mencatatkan kegiatan ini untuk Rekor MURI,” katanya melalui siaran pers yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Syahrial Nuryadin.

Dijelaskannya, Rimpu merupakan sebuah budaya dalam dimensi busana pada masyarakat Bima (Dou Mbojo). Budaya Rimpu telah hidup dan berkembang sejak masyarakat Bima ada. Rimpu merupakan cara berbusana yang mengandung nilai-nilai khas yang sejalan dengan kondisi daerah, yang bernuansa Islam (Kesultanan atau Kerajaan Islam).

Wawali Bima memberikan apresiasi atas berbagai agenda kegiatan yang akan dilaksanakan FOKKA Jakarta. Menurutnya, pelestarian budaya daerah dengan menggelar kegiatan positif semacam ini perlu terus ditingkatkan. Bahkan Kota Bima pada perayaan HUT yang ke-14 April lalu juga menggelar HUT dengan mewajibkan para pegawai negeri dan swasta yang ada dilingkup Kota Bima untuk menggunakan rimpu.

Disampaikannya pula bahwa untuk tahun berikutnya kegiatan HUT Kota Bima akan lebih menonjolkan nilai-nilai budaya daerah Bima, sehingga ini juga memotivasi para generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai kebudayaan daerah Bima.

“Kepunahan tersebut disebabkan karena budaya-budaya yang ada tidak dilestarikan dan masih tergolong jarang ditampilkan. Padahal, budaya yang ada merupakan kekayaan bangsa yang mampu membawa ke arah kehidupan positif dan tak kalah menariknya dengan budaya modern,” jelas Wawali.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *