Kemenag NTB Harapkan Masjid Diberdayakan dengan Baik

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB, melalui Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat (Binmas), H Sulaiman Hamid mengharapkan keberadaan masjid di NTB diberdayakan dan dikelola dengan baik.

Kepala Bidang Binmas Islam Kemenag Propvinsi NTB, H Sulaiman Hamid saat membuka acara Workshop SIMAS. Foto: ntb.kemenag.go.id

Kepala Bidang Binmas Islam Kemenag Propvinsi NTB, H Sulaiman Hamid saat membuka acara Workshop SIMAS. Foto: ntb.kemenag.go.id

Harapan itu disampaikan H Sulaiman Hamid saat membuka workshop Sistem Informasi Manajemen Masjid (SIMAS) di Hotel Grend Madani Jalan Udayana Mataram. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari oleh Bidang Binmas Kemenag Provinsi NTB. Mulai 15 September hingga 17 September 2016 mendatang.

Menurut H Sulaiman, masjid harus ada perubahan paradigma dalam pengelolaan dan manajemen. Seperti untuk Pendidikan Agama Islam dan musyawarah dalam membahas problem keummatan. Bahkan BAZNAS Kabupaten maupun Kota, serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dapat memanfaatkan masjid sebagai pusat pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infaq dan sadakah.

Sesungguhnya kata dia, masjid sudah begitu banyak dibangun secara berstruktur dengan desain luar biasa hingga lantai 2, bahkan 3. Hanya saja, konsep kebersihan dan pengelolaannya masih kurang bagus.

“Berdasarkan data Kementerian Agama, jumlah masjid khususnya di Provinsi NTB sekitar 741.991 buah. Dibagi menjadi 5 kategori, yakni Masjid Negara, Masjid Raya, Masjid Agung, Masjid Besar dan Masjid Jamik,” terangnya dikutip dalam rilis yang diterima media ini, kemarin.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Abdul Aziz Fahmi menjelaskan, latar belakang diadakan kegiatan SIMAS ini karena melihat masjid sebagai pusat pembinaan ummat memiliki peran dan fungsi sangat penting dan strategis. Masjid bukan saja tempat ibadah ritual semata, tetapi masjid juga sebagai tempat ibadah sosial disamping fungsi masjid sebagai sumber syiar Islam.

“Workshop ini bermaksud untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi tenaga operator IT di Kementerian Agama Kabupaten dan Kota sehingga dapat memaksimalkan aplikasi sistem dalam menunjang validasi data masjid,” paparnya.

Secara terpisah, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Bima sekaligus sebagai Ketua FKUB Kota Bima, Eka Iskandar Zulkarnain menyerahkan satu buah buku dengan judul “Rekonstruksi Manajemen Pengelolaan Masjid” yang disusun oleh Sudirman H. Makka dan Eka Iskandar Zulkarnain.

“Kami berharap buku ini dapat dicetak dan diterbitkan oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB untuk dijadikan pedoman pelaksanaan pengelolaan Masjid se-NTB,” harap Eka.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *