Giat Berlatih, Tarian Siswi SDN 05 Akan Meriahkan Penobatan Jena Teke

Kota Bima, Kahaba.- Sebanyak 60 siswi dari SDN 05 Kota Bima, Jum’at (16/9) sore terlihat semangat berlatih tarian daerah Bima di Halaman Museum ASI Mbojo. Para siswi kelas 4 dan 5 dari binaan Sanggar Paju Monca ini akan menampilkan tarian pada acara Penobatan Jena Teke 18 September 2016 nanti.

Anak anak latihan tari di Museum ASI Mbojo, untuk acara pelantikan Jena Teke. Foto: Bin

Anak anak latihan tari di Museum ASI Mbojo, untuk acara pelantikan Jena Teke. Foto: Bin

“Mereka akan menampilkan tarian ‘Loja Na Ma Ntika’ diiringi lagu Lopi Penge pada pembukaan acara Penobatan Jena Teke Bima nanti,” kata Pembina Sanggar Paju Monca, Linda Yuliarti kepada Kahaba.net.

Linda mengaku, tarian tersebut merupakan jenis tarian baru yang dikembangkan Sanggar Paju Monca. Perlengkapan dalam tarian berupa kostum adat Bima berwarna merah, Tembe Siki ukuran sampai lutut dan celana lejins hitam. Kemudian selendang sebagai pengganti layar perahu.

“Kenapa memakai kostum begitu, karena nanti akan ada gerakan lari-lari sehingga lebih praktis dan memudahan mereka dalam bergerak,” terangnya.

Para siswi kata dia, sudah berlatih selama satu bulan agar bisa tampil maksimal. Saat ini, perkembangan latihan itu sudah terlihat. Para siswa terlihat sudah lincah dan hafal dengan semua gerakan tari.

“Selain tarian ini, juga akan ditampilkan Tarian Gantao, Tarian Massal, dan Tarian Lopi Penge. Mereka akan terlibat bersama penari dewasa dari Sanggar Paju Monca,” tuturnya.

Dirinya berharpa, tarian yang ditampilkan para siswinya dapat memperkenalkan kepada para tamu untuk lebih mencintai budaya daerah. Karena alasan itu pula, anak-anak dipilih agar lebih akrab dan mencintai budaya sendiri.

“Alhamdulillah SDN 05 Kota Bima sering tampil dalam acara festival. Terakhir pada saat Festival Keraton Nasional dan Pelantikan Sultan Bima beberapa waktu lalu,” tambahnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *