Kabag Ekonomi: Ada yang Minta Uang pada Bantuan Elpiji, Laporkan!

Kota Bima, Kahaba.- Kabag Ekonomi Setda Kota Bima, Nurjanah menegaskan bantuan Elpiji dari Pemerintah itu gratis dan tidak dipungut biaya sepeserpun. (Baca. 32.874 Warga Kota Bima Dapat Elpiji Gratis)

Kabag Ekonomi Setda Kota Bima, Nurjanah. Foto: Istimewa

Kabag Ekonomi Setda Kota Bima, Nurjanah. Foto: Istimewa

Maka, jika ada oknum yang mengaku mitra pemerintah saat sosialisasi tentang penggunaan Elpiji itu kemudian meminta biaya, diminta untuk segera lapor kepada pemerintah.

“Semua tidak dibebankan biaya satu rupiah pun. Jika ada yang meminta uang pada bantuan Elpiji, segera laporkan, agar kita tindak,” tegasnya, Rabu (21/9).

Nurjanah mengaku, sudah menerima sejumlah laporan masyarakat tentang adanya pungutan biaya dari perusahaan yang mengaku mitra pemerintah. Biaya itu sebanyak Rp 50 ribu, untuk membayar perangkat Elpiji seperti menutup kebocoran.

“Jangan diladeni, itu penipuan. Karena bantuan dari Pemerintah sudah lengkap, berikut dengan alat mengantisipasi kebocoran Elpiji,” ungkapnya.

Kata dia, hanya ada satu perusahaan yang menjadi mitra pemerintah yakni PT. Laras perwakilan NTB. Mitra tersebut jug sudah melakukan sosialisasi. Tapi tidak pernah meminta biaya dari warga.

Mitra tersebut sambungnya, saat turun melakukan sosialisasi kepada masyarakat bersama dengan tim dari lurah dan camat.

“Jadi kalau ada mitra yang sosialisasi bukan dari PT. Laras, jangan diladeni,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *