Simulasi Penting Wujudkan Daerah Tangguh Bencana

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sekretaris Daerah Kabupaten Bima HM. Taufik HAK, Kamis (22/9) memimpin Simulasi  dan Apel Siaga Bencana Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Kabupaten Bima di lapangan desa Nipa Kecamatan Ambalawi.

Simulasi Penanganan Korban Bencana. Foto: Hum

Simulasi Penanganan Korban Bencana. Foto: Hum

Pada kesempatan tersebut, Sekda dalam amanatnya mengatakan, simulasi merupakan salah satu ikhtiar bersama untuk mengantisipasi kejadian bencana yang dapat sewaktu-waktu datang. Pengetahuan tentang tanggap darurat, rekonstruksi dan rehabilitasi, sangat perlu dalam penanggulangan bencana. Sebab jika suatu saat benar-benar terjadi  bencana, Tim bersama masyarakat mengetahui secara menyeluruh proses  evakuasi korban bencana.

“Itulah sebabnya, simulasi yang digelar hari ini merupakan wahana strategis untuk berbagi informasi dan pengalaman para pemangku kepentingan khususnya Tim Reaksi Cepat Penanganan Bencana,” ujarnya.

Sekda berpesan, seluruh elemen yang terlibat dalam simulasi diharapkan dapat mengikuti kegiatan ini secara sungguh-sungguh, bersinergi dan mengetahui peran masing-masing apabila terjadi bencana. Sehingga akan terwujud  kesiapsiagaan dan kerjasama antar seluruh elemen yang ada dalam menghadapi dan mengurangi dampak bencana.

“Kesiapsiagaan menghadapi potensi terjadinya bencana merupakan salah satu aspek penting untuk mengurasi terjadinya korban bencana,” katanya.

Menutup amanatnya, Taufik menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi semua pihak, baik instansi pemerintah,  masyarakat  yang  telah  ikut serta pada kegiatan Simulasi Kesiapsiagaan  dan berharap kiranya informasi, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dalam simulasi ini, menjadi modal berharga dalam mewujudkan Kabupaten Bima Tangguh Bencana.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *