Dewan Minta Bupati Bima Akhiri Dualisme Kepala Inpres Talabiu

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kisruh dualisme jabatan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah SDN Inpres Talabiu yang hingga saat tak kunjung usai, mendorong anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bima M. Natsir meminta kepada Bupati untuk segera turun tangan. (Baca. Tolak Kepsek Devinitif, Inpres Talabiu Disegel)

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupate Bima, M Natsir. Foto: Bin

Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupate Bima, M Natsir. Foto: Bin

Duta PAN itu menilai ada indikasi masalah penempatan pejabat Plt Kepsek yang baru, tidak lepas dari campur tangan dan intervensi dari pihak diluar dunia pendidikan. Sebab, hasil kunjungan dan klarifikasi terhadap kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bima, mengaku ada penekanan.

“Jika tidak segera disikapi serius, persoalan ini akan panjang. Tidak hanya itu, parahnya akan menganggu kegiatan belajar mengajar,” sesalnya, beberapa hari lalu.

Menurut Natsir, aksi penyegelan dan adanya keributan antara guru dan masyarakat setempat serta orang tua murid, menjadi dampak yang tidak bisa dihindari. Untuk itu, Bupati Bima secepatnya masalah tersebut, agar tidak semakin ribet.

Apalagi, sambungnya, sejumlah tokoh masyarakat di desa setempat menghendaki tidak adanya pergantian Plt Kepsek. Karena kepsek yang kini diganti dianggap mampu membawa perubahan.

”Apa susahnya defenitif Kepala SDN Talabiu yang lama. Ini malah menunjuk Plt lagi diatas Plt, yang benar saja,” sorotnya.

Natsir juga meminta Bupati Bima menindak tegas perilaku KUPT Dikpora Kecamatan Woha. Karena atas rekomendasi KUPT tersebut terbitnya SK Plt baru. Rekomendasi itupun dinilainya sangat politis. (Baca. Kepala UPT Dikpora Diduga Peras Plt. SDN Inpres Talabiu)

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *