Terbakar Fitnah, Gadis ini Berubah Jadi ‘Preman’

Kota Bima, Kahaba.- Annisa atau Anis Wu (24) warga asal Kecamatan Soromandi tak kuasa menahan amarah setelah mendengar ibunya dituduh sebagai dukun ilmu hitam oleh Ais (22) warga Kabupaten Dompu.

Anis (kiri) dan Ais (Kanan Berjilbab) saat diperiksa Polisi. Foto: Deno

Anis (kiri) dan Ais (Kanan Berjilbab) saat diperiksa Polisi. Foto: Deno

Melampiaskan amarahnya, Anis pun seolah berubah menjadi ‘preman’, mencari Ais dan memukulnya saat Ais melakukan perawatan tubuh di Salon Liontin. Anis pun akhirnya berurusan dengan polisi.

Anis saat diwawancara di Kantor Sat Reskrim Polres Bima Kota menceritakan, beberapa hari sebelum Idul Adha, dirinya didatangi salah seorang teman perempuanya Sumi alias Tata. Sumi datang membawa kabar kalau Ais telah mengatakan orangtuanya memiliki ilmu hitam dan hendak menyihir Ais.

“Tudingan itu awalnya saya dikasih tahu Sumi, dan Sumi katanya diberi tahu Kiki. Karena Kiki mendengar langsung dari mulutnya Ais,” ujarnya.

Tidak terima dengan tudingan tersebut, Anis pun mengaku mencari Ais dan menemuinya di Salon Liontin. Saat itu, Anis melayangkan pukulan ke arah Ais yang tidak mengenakan pakaian.

“Setelah saya pukul, sempat membalas. Perkelahian dilerai oleh sejumlah orang yang berada di dalam salon,” katanya.

Sementara itu, Ais yang juga lagi berada di Ruang Sat Reskrim Polres Bima Kota membantah jika dirinya pernah menuding orangtua Anis memiliki ilmu hitam. Waktu itu, Anis yang kadung marah tidak ingin mendengarkan penjelasan dan sumpahnya. Anis kemudian melayangkan pukulan.

“Saya berani bersumpah demi tujuh keturunan bakal celaka kalau pernah mengatakan hal tersebut,” tegasnya.

Sementara itu KBO Sat Reskrim Polres Bima Kota mengatakan, kasus tersebut dilaporkan Ais, Rabu (14/9) lalu. Sesuai laporan korban, dia dianiaya sehari setelah hari raya Idul Adha. Kasus itu pun sedang dalam proses hukum dan terlapor serta beberapa saksi diperiksa.

“Kami masih melakukan pemeriksaan kasus ini. Kalau memang kasus ini menempuh jalur damai secara kekeluargaan, itu tergantung pihak korban,” ujarnya.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *