Pameran Potensi Desa Oi Bura Libatkan Warga Empat Etnis

Kabupaten Bima, Kahaba.- Lakpesdam NU Kabupaten Bima bekerjasama dengan Pemerintah Desa Oi Bura Kecamatan Tambora kembali menggagas kegiatan yang mengangkat budaya dan potensi desa di Lereng Gunung Tambora tersebut.

Stan milik Etnis Bali memamerkan sejumlah hasil pertanian dan perkebunan. Foto: Ady

Stan milik Etnis Bali memamerkan sejumlah hasil pertanian dan perkebunan. Foto: Ady

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni Jum’at (23/9) hingga Sabtu (24/9) akhir pekan kemarin. Menariknya, kegiatan bertajuk ‘Bina Usaha Lokal dan Kirab Potensi Desa’ ini melibatkan warga empat etnis yang mendiami Oi Bura.

Mereka berasal dari Etnis Mbojo (Bima), Bali, Timur (NTT) dan Sasak (Lombok). Keragaman etnis ini juga menggambarkan adanya multi budaya, adat istiadat dan agama.

Semua kekayaan alam, potensi desa dan khazanah budaya dari empat etnis tersebut menyatu dalam even yang dihelat di Dusun Jembatan Besi Desa Oi Bura ini. Masyarakat memamerkannya di dalam stan khusus yang dibangun dan dihias dengan khas masing-masing etnis.

Misalnya, Etnis Sasak menghias stan mereka dengan cabai sebagai ciri khas kuliner dari pulau seribu masjid. Dari Etnis Bali, menghias dengan daun kelapa, biji cengkeh dan kain khas kotak-kotak untuk peribadatan. Begitu pula dari Etnis Mbojo dan Timur dihias menarik dengan gaya khas etnis.

Sedangkan di dalam stan dipamerkan aneka pangan lokal, pangan olahan, hasil pertanian dan hasil perkebunan dari warga empat etnis. Semuanya merupakan hasil potensi alam di Lereng Gunung Tambora.

Kopi Organik Tambora, salah satu hasil perkebunan unggulan yang dipamerkan di Oi Bura. Foto: Ady

Kopi Organik Tambora, salah satu hasil perkebunan unggulan yang dipamerkan di Oi Bura. Foto: Ady

Tak hanya hasil potensi desa yang memikat mata para pengunjung dari berbagai desa. Suguhan musik, tarian khas dari pakaian adat dari warga etnis di dalam stan pameran menjadi daya tarik tersendiri.

“Kami disini tidak hanya punya Gunung Tambora, tetapi kekayaan alam melimpah dan kekayaan etnis, budaya maupun agama adalah anugrah luar biasa bagi kami,” kata Kepala Desa Oi Bura, Wahyudin dalam sambutannya.

Menurutnya, semua anugrah itu belum tentu dimiliki desa lain di Kabupaten Bima, bahkan daerah lain di Provinsi NTB. Maka sudah sepatutnya masyarakat bangga dan menjaga kelestarian budaya tersebut.

“Karena itu, jangan berkecil hati tinggal di Tambora. Sebab, dari desa kecil kitalah yang ikut mengangkat citra Kabupaten Bima,” ujarnya.

Pujian dan kekaguman juga disampaikan Kepala Dinas Perkebunan, Syafrudin. Mewakili Pemerintah Kabupaten Bima, Ia mengaku bangga dan mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Terus terang, saya sendiri baru sekarang lebih jauh mengetahui kekayaan budaya dan adat istiadat di Oi Bura, selain kekayaan alamnya. Ini patut kita jaga bersama,” terangnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *