Dewan Reses di Dodu, Warga Minta Aspal Jalan dan Hentikan SPAM

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Dapil III Kecamatan Raba dan Rasanae Timur mengawali agenda reses masa sidang kedua di Kelurahan Dodu, Rabu (28/9). Ratusan warga hadir menyampaikan sejumlah aspirasi.

DPRD Kota Bima Dapil III saat Reses di Kelurahan Dodu. Foto: Eric

DPRD Kota Bima Dapil III saat Reses di Kelurahan Dodu. Foto: Eric

Anggota DPRD Kota Bima, Najamudin yang ditunjuk sebagai juru bicara mengatakan, kegiatan reses kali ini dijadwalkan mulai Rabu (29/6) hingga Jumat (1/10) di Kelurahan Dodu, Nungga, Kodo, Kumbe dan Lelamase.

“Kegiatan ini menjadi bentuk tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat, untuk menyerap segala aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Politisi dari PKP Indonesia itu meminta agar warga memanfaatkan kegiatan reses menyampaikan kebutuhan yang bersifat umum. Agar bisa diperjuangkan dan direalisasikan pada tahun anggaran berikutnya.

Pada sesi penyampaian aspirasi, warga Kelurahan Dodu H. Basrin menuturkan, saat ini masyarakat Dodu mendambakan pelebaran dan pengaspalan jalan lintas Dodu. Karena sejak tahun 2014 lalu, ada kesepakatan masyarakat untuk merelakan sebagaian tanah guna dibuat pelebaran jalan.

“Jalan lintas Dodu selalu menjadi jalur padat kendaraan, karena menjadi transit masyarakat yang melakukan aktifitas hingga jalur perekonomian dan perdagangan. Karena masyarakat Kota dan Kabupaten Bima serta NTT, menjadikan jalur lintas dodu sebagai jalur alternatif,” paparnya.

Sementara itu H. Abdullah meminta Proyek SPAM bernilai miliaran itu dihentikan, karena dinilai tidak jelas tanpa adanya sosialisasi. Dirinya meminta kepada Walikota Bima untuk segera turun datang meninjau. Karena dilihat dari sisi manfaat hanya sedikit, lebih banyak ada kerugian yang akan dirasakan warga setempat.

“Masyarakat Dodu punya lahan pertanian dan perkebunan seluas 500 hektar, sehingga membutuhkan aliran air yang cukup. Sementara adanya SPAM tidak memberikan kontribusi yang banyak,” ungkapnya.

Menjawab persoalan tersebut, anggota DPRD Taufikurahman mengungkapkan untuk pelebaran dan pembangunan jalan Dodu telah di anggarkan pada APBD-P senilai Rp 3,4 Miliar, bahkan kembali akan diperjuangkan pada APBD 2017 dengan menambah volume anggaran.

“Saya sudah banyak mendengar dan curhatan hati masyarakat, sehingga kami anggota Dapil III akan terus memperjuangkan kembali anggaran pelebaran dan pembangunanan jalan lintas Dodu. Karena menjadi arus padat kendaraan,” jelasnya.

Kemudian terkait untuk pembangunan DAM baru serta permintaan proyek SPAM dihentikan, di jawab oleh anggota dewan lainnya Syamsurih. Kata dia, permintaan penghentian proyek SPAM akan kembali ditindaklanjuti melalui rapat konsolidasi bersama eksekutif dan juga perwakilan masyarakat, untuk dicarikan solusi dan jalan keluar bersama.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *