Kejahatan Meningkat, Begini Solusi Menurut Islam

Kota Bima, Kahaba.- Kasus kejahatan di Kota Bima belakangan ini kian meningkat dan meresahkan masyarakat. Mulai dari narkoba, asusila, miras, pencurian, perampokan, penjambretan dan sederet kasus lainnya. Yang terbaru, publik dikejutkan dengan dua kasus pembunuhan sadis disertai mutilasi dan pembacokan.

Ketua FKUB Kota Bima, Eka Iskandar. Foto: Ady

Ketua FKUB Kota Bima, Eka Iskandar. Foto: Ady

Bagaimana Agama Islam memandang kasus kejahatan seperti ini dan apa solusi yang ditawarkan Islam ?  Menurut Ketua PD Muhammadiyah Kota Bima, Eka Iskandar Zulkarnain ada beberapa faktor penyebabnya. Pertama, kurangnya pendidikan Agama Islam dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Pendidikan Agama Islam sudah didominasi pendidikan lainnya, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Padahal, pendidikan Islam merupakan pondasi utama dalam kehidupan,” jelas Eka kepada media ini, Jum’at (30/9) pagi.

Faktor kedua kata dia, yakni kontrol sosial tidak berjalan. Atau dalam bahasa agama disebut amar makruf nahi munkar. Ia mencontohkan, ketika tetangga melihat ada penyimpangan perilaku seperti pasangan muda-muda bermesraan atau berpelukan sudah tidak ada yang berani menegur.

“Ini membuktikan bahwa kontrol sosial sudah tidak berfungsi. Lingkungan mulai apatis dan egois terhadap semua yang terjadi di sekitarnya,” terang ustad yang juga Ketua FKUB Kota Bima ini.

Padahal menurut dia, dalam dakwah mulai pertama dunia ini diciptakan hingga hancur tetap mengutamakan konsep amar makruf nahi mungkar. Faktor ketiga yang mempengaruhi meningkatnya kasus kejahatan, yakni hilangnya kontrol diri. Baik pelaku kejahatan maupun korban kejahatan sam-sama sudah hilang kontrol dirinya.

“Apa kontrol diri yang hilang itu? Yakni Akidah, ibadah dan akhlak. Tiga hal ini merupakan pondasi dalam diri manusia,” urainya.

Sementara pengaruh media massa dan media sosial dalam pandanganya, memang sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja, lebih pada hubungan kausalitas terhadap runtuhnya tiga pondasi tadi.

“Saya pikir, apapun perkembangan tekhnologi dan informatika kalau kita mampu membentengi diri dengan tiga hal tadi, maka tidak akan mudah dipengaruhi,” tuturnya.

Lebih lanjut Eka mengatakan, dalam pertemuan dengan Ormas Islam Kota Bima beberapa waktu lalu, disepakati tiga aspek penting yang menjadi perhatian utama umat Islam di Kota Bima. Yakni aspek akidah, ibadah dan moral (akhlak) masyarakat.

Tiga hal ini menjadi tawaran solusi untuk mengatasi masalah keummatan yang kini melanda daerah. Apabila akidahnya bagus, maka ibadahnya sudah pasti mantap. Kalau ibadah bagus, maka moralnya juga bagus karena perbuatan menyimpang dari ajaran agama tidak mau dia lakukan.

“Akidah dan ibadah yang mantap ini akan tercermin pada akhlak seseorang. Tiga hal ini sangat utama dan juga menjadi penekanan dakwah kita di Muhammadiyah,” terangnya.

Karena itu pihaknya di Muhammadiyah, sudah menyusun silabus dakwah untuk para muballigh. Dengan tujuan ingin menggerakkan potensi dakwah di tingkat pimpinan cabang Muhammadiyah sampai pimpinan ranting.

“Konsep silabus dakwah itu menekankan tiga hal tadi dengan metode dakwah aplikatif. Tidak hanya penyampaian satu arah. Tapi juga tanya jawab dan diskusi,” tandasnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *