Warga Sambinae Minta Dewan Bangun Drainase dan Kawal Izin Air Oirobion

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Dapil II Kecamatan Rasanae Barat dan Mpunda menggelar kegiatan reses masa sidang II tahun 2016 di Kelurahan Sambinae dan Panggi, Sabtu (1/10).

Reses DPRD Kota Bima Dapil II Kelurahan Sambinae. Foto: Eric

Reses DPRD Kota Bima Dapil II Kelurahan Sambinae. Foto: Eric

Anggota DPRD Kota Bima, Taufik HA. Karim mengatakan, kedatangan mereka untuk melanjutkan kembali serap aspirasi serta kebutuhan masyarakat, untuk tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar duta PPP yang ditunjuk sebagai moderator.

Menurut dia, reses digelar untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat, kemudian wakil rakyat mengupayakan secara maksimal direalisasikan pada tahun anggaran 2017.

“Janji kami seluruh perwakilan Dapil II untuk merealisasikan aspirasi masyarakat yang bersifat urgen demi membangun masyarakat Kota Bima yang sejahtera,” harapnya.

Pada kesempatan penyampaian aspirasi, salah seorang warga Rahmawati mewakili menyorot janji dewan  tahun 2015 lalu, untuk membangun drainase di BTN Sambinae. Karena sebab selama ini tempat tinggalnya selalu menjadi langganan banjir.

Terbukti sejak tinggal 17 tahun yang lalu hingga kini, banjir selalu menggenangi rumah. Bahkan lebih parah, pohon yang telah tumbang dan kayu kering dari gunung sering terbawa arus ke halaman rumah saat hujan datang.

“Tahun kemarin anggota dewan terhormat berjanji akan merealisasikan hal itu, tapi sampai saat ini belum terbukti. Untuk itu, kami meminta kepada seluruh anggota dewan agar merealisasikan pembangunan saluran drainase,” pintanya.

Kemudian, tokoh pemuda Kelurahan Panggi Haerunnas meminta dewan mengontrol beroperasinya perusahaan air minum OIROBION yang hingga kini tidak diketahui pemiliknya. Apakah telah mempunyai Amdal, melalui pengeboran atau mengambil langsung mata air pegunungan.

“Kami meminta kepada seluruh anggota dewan Dapil II untuk mengecek keberadaan perusahaan air minum itu. Apakah telah mempunyai izin atau tidak, jenis operasionalnya seperti apa. Karena selama ini kami seluruh warga tidak pernah diundang untuk sosialisasi tentang hadirnya air minum itu,” sorotnya.

Menanggapi permintaan dan sorotan warga tersebut, ketua dewan Feri Sofyan mengungkapkan, permintaan pembuatan saluran drainase telah mulai dikerjakan pada tahun anggaran perubahan 2016. Tapi sedikit terkendala, karena ada alasan tekhnis terkait adanya beberapa warga yang masih enggan menyumbangkan lahan.

“Meskipun terkendala tekhnis, kami tetap akan melakukan upaya mediasi agar pembangunan saluran air itu tetap dilanjutkan. Mengingat ini kepentingan bersama, agar BTN tidak menjadi langganan banjir,” jelasnya.

Anggota dewan lain, Muthmainah mempertegas, tahun 2017 dewan akan mengupayakan kembali kucuran anggaran tambahan untuk pembangunan saluran drainase. Sehingga saat musim hujan datang, wilayah itu tidak lagi menjadi langganan banjir

“Kami berkomitmen tahun 2017 pembangunan saluran drainase dirampungkan. Sehingga masyarakat tidak khawatir lagi akan derasnya hujan yang mengakibatkan banjir,” ungkapnya.

Menjawab permintaan untuk mengontrol perusahaan air minum OIROBION, dewan akan kembali melakukan koordinasi dan komunikasi dengan instansi terkait. Apakah status perusahaan tersebut dan izin telah dikantongi atau tidak.

“Kami akan telusuri dulu, tentunya melalui koordinasi dengan instansi terkait di pemerintah Kota Bima,” tandasnya.

Feri Sofiyan menambahkan, banyaknya aspirasi dan masukan dari masyarakat yang telah diutarakan tentu akan ditampung dan dibahas pada rapat internal anggota DPRD. Agar tetap akan diupayakan terealisasi di tahun anggaran 2017.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *