Ini Aspirasi Warga Melayu Saat Reses Dewan

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Dapil I Kecamatan Asakota memilih Lingkungan Benteng Kelurahan Melayu sebagai lokasi terakhir reses masa sidang dua tahun 2016, yang digelar Sabtu (1/10).

DPRD Kota Bima Dapil I saat Reses di Lingkungan Benteng Kelurahan Melayu. Foto: Bin

DPRD Kota Bima Dapil I saat Reses di Lingkungan Benteng Kelurahan Melayu. Foto: Bin

Momen berharga untuk menyampaikan aspirasi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh warga setempat. Warga juga berharap agar sejumlah aspirasi itu direalisasikan secepatnya.

Ketua RT RT 3 Dedy mengatakan, di lingkungannya banyak sekali rumah tidak layak huni yang butuh untuk diperbaiki. Untuk itu, dirinya mohon agar rumah warganya dimasukan dalam program bedah rumah.

Ketua RT 2, HM Saleh juga mengakui kondisi lingkungannya sangat kumuh, karena drainase yang dangkal dan buruk. Akibatnya, jika hujan tiba sering terjadi luapan air dipemukiman warga dan berpotensi menyebabkan penyakit.

“Mohon diperhatikan juga masalah sampah. Anggota Dewan kami harap bisa mengkomunikasikan dengan pemerintah daerah,” pintanya.

Warga lain, H. Idris meminta agar  pemerintah menutup got sepanjang jalan Lumba-Lumba. Kondisinya selalu terjadi banjir, karena  drainase pada bagian ujungnya tertutup. Selain itu juga dirinya meminta agas sejumlah jalan lingkungan di Melayu di aspal.

“Kami juga mohon bantuan rombong untuk penjual bakulan,” harapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Bima M. Nor menangapi, permintaan perbaikan drainase, sampah dan parit, tidak hanya di lingkungan Benteng Kelurahan Melayu, tapi juga terjadi dihampir semua kelurahan.

“Permintaan warga tentu akan menjadi atensi kami. Kami akan memperjuangkannya pada tahun mendatang,” janjinya.

Untuk drainase, sambungnya, juga dibutuhkan kerjasama yang baik dari masyarakat yang berada disekitar pembuatan drainase, untuk merelakan sebagian lahan untuk pembangunan drainase.

“Selama ini kendalanya banyak warga yang tidak ikhlas lahannya diberikan untuk pembangunan drainase,” paparnya.

Menjawab soal bedah rumah, sambung duta PAN itu, akan diperjuangkannya pada program berikutnya. Apalagi Kelurahan Melayu masuk dalam 17 daerah kumuh.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *