Kelurahan Paruga Butuh Talud Penahan Banjir

Kota Bima, Kahaba,- Reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil II Masa Sidang II di akhiri di Kelurahan Paruga dan Tanjung, Minggu (2/9). Agenda untuk menyerap aspirasi masyarakat itu dipusatkan di Lingkungan Sarata Kelurahan Paruga.

nilah Cerita Terjadinya Mutilasi

Anggota DPRD Kota Bima Dapil II saat reses di Lingkungan Sarata Kelurahan Paruga. Foto, Eric.

Reses terakhir ini dihadiri seluruh Anggota Dewan Dapil II sebanyak 11 orang dan dipandu Duta PPP, Taufik HA Karim. Banyak keluhan dan aspirasi yang disampaikan masyarakat dua kelurahan ini kepada para wakil rakyat.

Diantaranya disampaikan Abdul Hafid, warga Kelurahan Paruga. Ia meminta ada penambahan pembangunan talud di sepanjang aliran sungai setempat. Sebab saat puncak musim hujan, Lingkungan Sigi selalu menjadi langganan banjir setiap tahun.

“Kami warga di Lingkungan Sigi di RW 03 dan RW 04 selalu menjadi langganan banjir. Karena itu, meminta dengan hormat agar volume pembangunan talud ditambah lagi ketinggiannya, sehigga tidak masuk di areal permukiman,” pintanya.

Beda lagi dengan perwakilan warga Kelurahan Tanjung, Ainun. Ia menyampaikan keluhan terkait proses penyaluran bantuan raskin yang dinilai tidak tepat sasaran. Masalahnya, ada dugaan rekayasa nama penerima bantuan. Selain itu, jatah raskin yang diterima setiap bulan selalu berkurang.

“Saya menduga banyak warga mampu masih menerima raskin. Karena itu, saya meminta kepada Anggota Dewan untuk turun ke lapangan mengecek langsung proses penyaluran raskin,” harapnya.

Menanggapi aspirasi warga itu, Anggota Komisi III, Mutmainah menjelaskan bahwa pengerjaan talut di Kelurahan Paruga sudah mulai dikerjakan Tahun 2016. Namun, karena ada pemangkasan anggaran Rp.32 miliar dari pusat, sehingga berkurang pula volume pengerjaannya.

“Warga tidak usah khawatir, kami 11 Anggota Dewan Dapil II berjanji akan menganggarkan kembali pada Tahun 2017. Sehingga pengerjaan peninggian talut terealisasi,” ujarnya.

Kemudian terkait keluhan penyaluran raskin, Ketua DPRD Kota Bima, Feri sofiyan berjanji akan turun meninjau langsung di lapangan. Tujuannya untuk mengetahui apakah proses penyaluran sudah tepat sasaran atau tidak.

“Kami seluruh Anggota Dewan akan mengawal ini, tentunya melalui koordinasi dan komunikasi dengan Lurah setempat. Mencari akar permasalahan dan melakukan pembenahan dan perbaikan sistem penyaluran bila ada yang salah,” janjinya.

Anggota Dewan lainnya, Taufik HA Karim menambahkan, aspirasi warga yang belum terjawab, tetap akan ditampung dan dibahas pada rapat Anggota DPRD. Terutama aspirasi penting akan menjadi skala prioritas.

“Kemudian yang masih membutuhkan saran dan konsultasi, kami siap menerima aspirasi warga di Kantor DPRD, bahkan di tempat manapun,” tambahnya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *