Bayi Tertukar, RSUD Bima Ragukan Hasil Tes DNA RS Sanglah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pihak RSUD Bima akhirnya memberikan penjelasan terkait dugaan tertukarnya bayi di rumah sakit setempat beberapa hari lalu. Penjelasan ini disampaikan untuk mengelarifikasi laporan Subagio, orangtua bayi asal Desa Tolo Uwi Kecamatan Monta di Polres Bima Kota. (Baca. Bayi yang Tertukar, Orang Tua Lapor RSUD Bima ke Polisi)

Humas RSUD Bima, Dokter H Sucipto (Kiri) saat memberikan keterangan pers. Foto Ady. Foto: Ady

Humas RSUD Bima, Dokter H Sucipto (Kiri) saat memberikan keterangan pers. Foto Ady. Foto: Ady

Humas RSUD Bima, Dokter H Sucipto didampingi Tenaga Spesialis Patologi Klinik, Gede Eka Sugiarta menegaskan bahwa potensi tertukarnya bayi sangatlah kecil. Karena rumah sakit memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam setiap penanganan persalinan.

“Dalam operasi persalinan itu selain dokter anestesis, ada asisten dan ada perawat yang ikut membantu. Tidak mungkin bisa hanya dokter sendiri yang menangani,” terangnya kepada sejumlah media, Senin (3/10) pagi di ruang pertemuan rumah sakit setempat.

Kendati orangtua bayi sudah melakukan tes DNA dan mengklaim bayi tersebut bukan darah dagingnya, tetapi menurut Sucipto itu belum bisa dijadikan dasar dan rujukan.

“Bisa saja dalam pemeriksaan itu terjadi kesalahan. Misalnya, ada pemeriksaan DNA lain dan tertukar di laboratorium,” ujarnya.

Sucipto melanjutkan, peluang DNA bayi berbeda dari orangtuanya sangat mungkin terjadi meskipun potensinya kecil. Dalam beberapa kasus, perbedaan DNA bayi dengan orantuannya ini pernah terjadi.

Bahkan diakuinya, beberapa waktu lalu di RSUD Bima pernah terjadi kasus golongan darah pasien yang berubah dari hasil tes sebelumnya. Namun, itu terjadi pada kasus tertentu.

“Jadi (DNA) bisa berubah dari orangtua dan bayi. Apalagi karena faktor kelainan genetika,” urainya.

Begitu pula dengan golongan darah, tidak serta karena orangtuanya golongan darah B melahirkan B. Bisa saja anaknya golongan darah O. Makanya kata dia, penduduk banyak yang memiliki golongan darah O.

“Bapaknya Golongan darah A pun anaknya bisa golongan darah O,” sambung Sucipto.

*Ady/Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. cipta

    Ini adalah jurus ngeles. Saya tak heran BLUD BIMA tdak ada peningkatan dlm hal pelayanan, karna petingginya az ngeles, malah meragukan keakuratan tes dna. Padahal dia dokter loh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *