Wilayah Timur Kota Bima Krisis Air Bersih

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima Nazamudin mengungkapkan, berdasarkan hasil reses masa sidang kedua tahun 2016 yang digelar pekan kemarin, rata rata warga ditiap kelurahan lokasi reses mengeluhkan krisis air bersih.

Anggota DPRD Kota Bima Nazamudin. Foto: Bin

Anggota DPRD Kota Bima Nazamudin. Foto: Bin

Duta PKP Indonesia menyebutkan, wilayah Kelurahan di bagian timur yang mengalami krisis air bersih seperti di Kelurahan Lampe, Kodo, Lelamase dan Kelurahan Rontu.

Pihaknya pun akan mendorong pemerintah untuk mengambil langkah cepat, guna memaksimalisasi proyek SPAM di Kelurahan Lelamase dan Dodu. Karena bila tidak dipergunakan dengan baik. Maka dampak yang ditimbulkan merugikan masyarakat.

“Selain upaya proyek SPAM, kami akan mengupayakan memanfaatkan air bawa tanah. Dimana air yang bersifat pengeboran dalam dibeberapa titik, pada masing-masing kelurahan yang mengalami krisis air,” ujarnya, Selasa (4/10).

Tidak hanya itu, pihaknya akan meminta kepada pemerintah eksekutif untuk pembangunan DAM atau bendungan pada tahun 2017. Karena saat ini, wilayah Kecamatan Rasanae Timur yang menjadi basis pertanian dan peternakan, justeru mengalami krisis air bersih.

“Ini masalah serius dan harus segera ditangani,” katanya.

Anggota DPRD Kota Bima yang lain, H. Armansyah menambahkan, saat ini pemerintah daerah terkonsentrasi pada perbaikan saluran irigasi, sementara tidak memperhatikan pembangunan tempat penampungan air. jika tempat penampungan air ada, maka daerah timur tidak akan mengalami krisis air.

“DAM menjadi jawaban permasalahan krisis air,” tuturnya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *