Harga Bawang Merah Turun, Petani Galau

Kabupaten Bima, Kahaba.- Panen bawang merah di lahan ratusan hektar Desa Sampungu, tinggal menunggu dua pekan lagi. Tapi, para petani cukup galau, sebab harga bawang merah sudah mulai turun.

Ilustrasi

Ilustrasi

Menurut Jumrah, sudah satu pekan terakhir harga bawang merah turun hingga Rp 1 juta dari harga Rp 2 juta lebih.

“Sekarang ini harga bawang merah hanya Rp. 1 juta lebih saja,” ungkapnya, Selasa (4/10) saat di Pelabuhan Bima.

Diakuinya, semua petani merasa gelisah dengan kondisi harga bawang sekarang. Bagaimana tidak, jika dibandingkan dengan harga bibit, obat-obatan, BBM, pupuk hingga gaji kuli, sangat jauh dari yang diharapkan.

“Saat ini, banyak juga petani yang lebih milih untuk simpan dulu bawang hasil panen, ketimbang jual dengan harga murah,” ujarnya.

Senada dengan Jumrah, Ramdin warga Desa Sai mengaku harga bawang merah saat ini tidak stabil, jika dibandingkan dengan musim panen lalu. Kalau sebelumnya harga bawang merah hingga Rp 2 juta lebih, sekarang hanya Rp 1 juta.

Dia menambahkan, tidak menutup kemungkinan juga harga bawang merah akan naik. Sebab, berangkat dari pengalaman selama ini, harga bawang kadang naik kadang turun.

“Tergantung kebutuhan pasar di kota besar seperti Banjarmasin, Makassar dan Jawa,” tambahnya.

*Noval

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *