Dinsos Bangun MCK Plus di Masjid So Nggela

Kota Bima, Kahaba.- Masjid Al Badariyah Lingkungan So Nggela Kelurahan Jatiwangi mendapatkan bantuan pembangunan tempat MCK Plus dan tempat berwudhu dari Program Forum Keserasian Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Bima.

Peletakan batu pertama MCK Plus di So Nggela. Foto: Ady

Peletakan batu pertama MCK Plus di So Nggela. Foto: Ady

Menandai dimulainya pembangunan berbasis swadaya ini, Rabu (5/9) pagi dilakukan peletakan batu pertama secara simbolis oleh Kepala Dinas Sosial Kota Bima.

Agenda ini dihadiri perwakilan Dinas Sosial Provinsi NTB, Asisten I Setda Kota Bima, Forum Keserasian Sosial, pengurus masjid dan sejumlah masyarakat setempat.

Kepala Dinsosnakertrans Kota Bima, H Muhidin mengatakan, bantuan pembangunan MCK Plus dan tempat berwudhu tersebut didapat melalui Program Kementerian Sosial Dirjen Penanggulangan Bencana.

“Program ini diperuntukan bagi wilayah yang terkena dampak konflik. Sebagai bentuk penanggulangan dan pemulihan kembali wilayah tersebut,” terangnya.

Selain So Nggela Kelurahan Jatiwangi lanjutnya, wilayah lain yang mendapatkan yakni Kelurahan Lewirato. Untuk tahun ini, hanya dua kelurahan yang disetujui pemerintah pusat mengingat keterbatasan anggaran.

“Sebelum ini juga sudah ada beberapa kelurahan lain yang mendapatkan. Kita akan upayakan semua wilayah rawan konflik di Kota Bima dapat semua,” tuturnya.

Kasi Penanggulangan Bencana Alam dan Sosial Provinsi NTB, Chandra Aprinova menambahkan, bentuk pembangunan yang dilakukan di wilayah yang mendapatkan merupakan hasil kesepakatan masyarakat setempat. Nilai proyek itu masing-masing Rp109 juta untuk dua kelurahan.

“Kami berharap, bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Khususnya wilayah rawan konflik di Kota Bima,” harapnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *