Gaji Disunat, Dikpora Panggil Kepala SMPN 5 dan Guru Honor

Kota Bima, Kahaba.- Setelah diketahui menyunat gaji tenaga honorer hampir 50 persen, Dikpora akhirnya memanggil kepala SMPN 5 beserta empat tenaga honorer. Pemanggilan itu dimaksud guna mengetahui akar permasalahan yang membuat nama sekolah setempat menjadi sorotan.

Kepala Dinas Dikpora Kota Bima H. Alwi Yasin memberikan sambutan pada acara puncak GSMS. Foto: Bin

Kepala Dinas Dikpora Kota Bima H. Alwi Yasin memberikan sambutan pada acara puncak GSMS. Foto: Bin

“Pemanggilan kepala SMPN 5 telah dilakukan, sedangkan untuk pemanggilan empat tenaga honorer dipanggil siang ini untuk dimintai klarifikasi,” ujar Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, H. Alwi Yasin kepada Kahaba.net, Senin (10/10).

Berdasarkan hasil BAP kepala SMPN 5 Kota Bima sebagai pimpinan mengakui pemotongan gaji tersebut. Alasannya, empat tenaga honorer jarang hadir. Sehingga tugas dan tanggungjawab, terbengkalai dan tidak terurus.

“Sekolah tidak mau membayar gaji bila tenaga honorer malas. Sehingga tidak mau anggaran pemerintah diberikan kepada orang malas,” kutip Alwi dari pernyataan kepala SMPN 5 Kota Bima.

Ditanya apakah pemotongan dilakukan berdasarkan aturan, Alwi berpendapat pemotongan tersebut telah melalui aturan.

“Fokusnya tetap kepada basis kinerja, sudah jelas tenaga honorer jarang hadir ke sekolah untuk bekerja. Sehingga wajar pihak sekolah memotong gaji agar ada efek jera bagi siapapun pegawai yang malas,” jelasnya.

Tapi Alwi juga tetap membutuhkan klarifikasi terhadap tenaga honorer. Untuk mencari titik terang, serta mencari solusi.

*Eric  

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *