Durian Parado Jadi Varietas Hak Paten Nasional

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kabupaten Bima tidak hanya dikenal dengan bawang merahnya saja. Tapi, Kabupaten yang dipimpin perempuan pertama di NTB itu juga akan dikenal dengan hasil Durian Parado yang berlimpah.

M. Tayeb menunjukan sertifikat hak paten Durian Parado. Foto: Noval

M. Tayeb menunjukan sertifikat hak paten Durian Parado. Foto: Noval

Menurut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura Kabupaten Bima M. Tayeb, Duren Parado telah menjadi varietas hak paten  nasional, sesuai dengan surat dari kepala pusat perlindungan varietas tanaman dan perizinan pertanian sejak tanggal 14 Maret 2016 lalu.

“Artinya, Kabupaten Bima telah menjadi salah satu penghasil duren uang berkualitas tinggi di Indonesia,” ungkapnya, Senin (10/10) di kantornya.

Perkembangan tanaman buah-buahan seperti Durian di Kabupaten Bima saat ini diakuinya, memang cukup menjadi perhatian petani, terutama didataran tinggi.

“Seperti duren Parado, sebenarnya sudah lama dibudidaya, hanya saja selama ini tidak diupayakan untuk dilindungi dan dijadikan hak paten,” ujarnya.

Selain di Parado Tayeb, Durian jenis varietas akan ditumbuhkembangkan di Kecamatan Wawo. Durian jenis ini, pohonnya tidak tinggi dan yang lebih penting itu mudah ditanam dan dirawat oleh petani.

“Untuk luas lahan di parado sekitar 50 hektar dan sudah ada 3 ribuan pohon durian yang bisa menghasilkan buah. Sementara di Wawo, rencananya akan lebih dari Parado,” sebutnya.

Tayeb menambahkan, tahun ini pihaknya akan lakukan pengembangan buah-buahan dengan anggaran Rp 500 juta lebih.

“Pengembangnya ada di Kecamatan Wawo, Parado, Donggo dan Lambitu,” katanya.

*Noval

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Kepala dinas pertanian yang terhormat Anda sudah berapa kali mengunjungi ladang Durian di Parado. Apakah petani Durian yang sudah di sertifikasi Nasional itu sudah pernah diberikan bantuan pengadaan bibit dan pupuk. Atau paling tidak melindungi penjual dari para tengkulak.
    Saya kira pejabat kita di Bima lebih cenderung suka dengan pencapaian yang tinggi, semisal mendapatkan sertifikat Nasional-lah dan penghargaan lainnya. Tapi melupakan hal yg paling inti yaitu membantu para petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *