Diduga ASN Kelurahan Sarae Terima Raskin

Kota Bima, Kahaba.- Pembagian Beras Miskin (Raskin) untuk masyarakat tidak mampu di Kelurahan Sarae menuai persoalan. Beberapa waktu lalu, terdapat dua lingkungan RT yang kekurangan jatah Raskin. Kekurangan itu disebabkan karena adanya dugaan oknum ASN yang turut menerima jatah Raskin tersebut.

Ilustrasi

Ilustrasi

Warga setempat yang meminta namanya diinisialkan WH mengungkapkan, pembagian Raskin pekan lalu menuai masalah. Karena ada oknum ASN yang bermain dengan turut mendapatkan jatah beras yang seharusnya buat warga tidak mampu.

Bukti kuat keterlibatan ASN itu diperkuat melalui foto dan dokumentasi. Serta berdasarkan laporan dari ketua RT dan RW lain yang mengeluhkan jatah Raskin semakin berkurang.

“Data foto masih saya simpan, dan menjadi bukti kuat keterlibatan ASN dalam memperoleh Raskin,” ujarnya, Selasa (12/10).

Sementara itu Ketua RT 6 RW 2 Ahmad mengaku pembagian Raskin tahun ini sedikit berbeda. Jatah Raskin untuk warganya berkurang dua karung dengan berat total 30 kilogram.

“Aneh saja, baru kali ini jatah raskin berkurang. Biasanya dapat 28 karung, justeru sekarang hanya 26 karung. Ketika ditanyakan kenapa berkurang, pihak kelurahan tidak ada satupun yang berani memberikan keterangan,” bebernya.

Sebagai perwakilan warga, ia hanya ingin transparansi dan pembagian Raskin sesuai jatah yang ada. Agar tidak timbul masalah di antara warga, dan saling mencurigai.

Sementara itu Pelaksana Harian (Plh) Kelurahan Sarae Fazhur Rachman yang dimintai klarifikasi mengaku tidak tahu menahu masalah Raskin, karena saat warga melakukan protes tidak berada di tempat.

“Saya tidak ada lagi di tempat, jadi mohon klarifikasi saja kepada kasi pemerintahan,” sarannya.

Kasi Pemerintahan Kelurahan Sarae Hikmatul Hadis membantah ada oknum ASN yang mendapat jatah Raskin. Terkait berkurangnya Raskin, menurut dia, karena miskomunikasi antara staf dengan pihak kelurahan. Jadi tidak ada faktor kesengajaan untuk dikurangi.

“Berkurangnya jatah Raskin itu murni kesalahan hitung saja. Tapi sebagai konsekuensi, pihak kelurahan tetap akan mengembalikan Raskin yang berkurang kepada RT dan RW yang telah melapor,” tandasnya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *