BKP2 Gelar Rakor Persiapan Ikut PEDA KTNA 2016

Kota Bima, Kahaba.- BKP2 Kota Bima menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di kantor setempat, Kamis (13/10), membahas persiapan Kegiatan Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tahun 2016 dalam rangka menghadapi PENAS ke-15 di Aceh.

BKP2 Kota Bima saat rakor persiapan kegiatan PEDA-KTNA 2016. Foto: Bin

BKP2 Kota Bima saat rakor persiapan kegiatan PEDA-KTNA 2016. Foto: Bin

Turut hadir dalam kegiatan Rakor tersebut Asisten II Setda Kota Bima Supawarman dan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kota Bima Hj. Zaenab.

Kepala BKP2 Kota Bima Syamsuddin mengatakan, kegiatan PEDA-KTNA 2016 dilaksanakan di Mataram Provinsi NTB, mulai tanggal 2 November – 4 November tahun 2016. Kegiatan akan dipusatkan di Asrama Haji.

“Rakor ini membahas dan membuat kesepakatan untuk mempersiapkan segala kebutuhan pada saat PEDA-KTNA,” ujarnya.

Untuk Kota Bima, kata Syamsuddin, diberi jatah oleh Pemerintah Provinsi NTB sebanyak 40 orang. Sementara peserta yang ikut sebagai peserta yakni petani, nelayan yang maju yang mewakili sektor tanaman pangan, peternakan, peternakan, perikanan dan kehutanan.

“Peserta akan rencananya akan diberangkatkan tanggal 1 November. Tapi sebelum itu, selama dua pekan kedepan, peserta harus mempersiapkan bekal, baik itu kemampuan maupun kebutuhan lain,” katanya.

Adapaun sejumlah kegiatan pada PEDA-KTNA nanti seperti temu wicara, temu profesi, Pameran komoditi unggulan, temu usaha agrobisnis, temu karya dan gelar tekhnologi, unjuk ketangkasan, dan sejumlah lomba keakraban.

Di tempat yang sama, Asisten II Setda Kota Bima Supawarman menyarankan agar jelang kegiatan tersebut, peserta harus membuat skala prioritas kegiatan yang harus diikuti. Tujuannya, agar bisa fokus pada kegiatan yang biasa dikerjakan.

“Saya mohon kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Waktu dua minggu persiapan dimanfaatkan dengan baik,” inginnya.

Sementara itu, Kepala Diskanlut Hj. Zaenab mengaku, PEDA-KNTA bukan hal yang baru untuk diikuti. Sebab, itu kegiatan yang rutin dilaksanakan.

“Saya kira petani dan nelayan sudah paham dan familiar dengan kegiatan ini. Saran saya, peserta yang ikut nanti harus mampu bersaing, bukan peserta yang hanya bisa jadi penonton,” sarannya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *