Walikota Bima Letakkan Batu Pertama Pembangunan Talud dan Pagar Kuburan Lewirato

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin hadir dan meletakkan batu pertama pembangunan talud dan pagar kuburan Kelurahan Lewirato, Jumat (14/10). Usai kegiatan tersebut Walikota Bima melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Kelurahan setempat.

Walikota Bima saat menyampaikan sambutan pada acara peletakkan batu pertama program keserasian sosial di Kelurahan Lewirato. Foto: Bin

Walikota Bima saat menyampaikan sambutan pada acara peletakkan batu pertama program keserasian sosial di Kelurahan Lewirato. Foto: Bin

Hadir dalam kegiatan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Bima itu, sejumlah pejabat eselon II, III dan IV, Kepala SMPN 1 Kota Bima, jajaran guru dan tokoh masyarakat setempat terlihat hadir mengikuti kegiatan dimaksud.

Kepala Dinsosnakertrans Kota Bima, H. Muhidin dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bantuan dana dari program keserasian sosial berbasis masyarakat. Untuk Kelurahan Lewirato, mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 109 juta.

“Dana tersebut dipergunakan untuk membeli bahan dan material pengerjaan talud dan pagar kuburan. Pekerjaan dilakukan secara gotong royong oleh forum keserasian sosial Kelurahan Lewirato bersama dengan warga,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan program itu kata Muhidin, menekankan partisipasi dan gotong royong masyarakat. Sebab tanpa adanya partisipasi, maka program keserasian sosial berbasis masyarakat tidak akan berjalan maksimal.

Sementara itu, Walikota Bima, HM. Qurais H. Abidin saat menyampaikan sambutan mengatakan, gotong-royong juga merupakan ajang silahturahim. Apalagi silahturahim pada program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, maka diharapkan pastisipasi aktif dari masyarakat, agar pelaksanaan program itu bisa berjalan dengan baik.

Qurais juga mengaku akan membantu tambahan dari dana stimulan, untuk memperlancar kegiatan tersebut. Karena pekerjaan program itu juga membutuhkan tenaga tukang, maka dana stimulan itu bisa dimanfaatkan untuk menggaji tukang.

“Saya ini sebenarnya punya keluarga besar di Lewirato. Jadi susah menolak permintaan orang Lewirato. Jadi, saya tambahkan bantuan untuk memperlancar program ini,” tuturnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *