Warga Mande: Tidak ada Diplomasi, Tower Harus Dibongkar

Kota Bima, Kahaba.- Warga Lingkungan Mande Kelurahan Mande menggelar aksi dilokasi pembangunan tower, Sabtu (15/10). Warga setempat tetap kukuh menolak kehadiran tower, dan tetap akan membongkar bangunan setinggi 32 meter tersebut.

Warga Mande saat menggelar aksi dilokasi pembangunan Tower. Foto: Bin

Warga Mande saat menggelar aksi dilokasi pembangunan Tower. Foto: Bin

Warga memulai aksi sekitar pukul 11.00 Wita. Massa berkumpul disekitar lokasi pembangunan tower dan membawa sejumlah tulisan penolakan pembangunan tersebut.

Sekretaris RW 3 Kelurahan Mande Muhammad Nasir mengungkapkan, lokasi pembangunan tower awalnya berbeda. Berada sekitar 50 meter dari lokasi yang ditetapkan sekarang. Tapi karena ada satu orang warga yang menolak, lokasi kemudian dipindahkan.

Pemindahan lokasi pun tanpa diketahui warga yang berada disekitar lokasi baru. Pembangunan akhirnya dimulai dan tiang tower didirikan.

“Ini yang membuat kami heran, sosilisasi ditempat lain ko’ bangun tower dilokasi lain. Pantas saja kami menolak,” tegasnya.

Lagi pula, tower yang telah dibangun tersebut berada samping Masjid setempat. Selama tiang tower itu berdiri, warga yang melaksanakan sholat di dalam Masjid tidak pernah tenang. Karena sewaktu – waktu tower itu bisa jatuh dan menimpa Masjid dan pemukiman warga.

“Siapa yang menjamin tower ini tidak jatuh. Kalau jatuh bagaimana. Masih untung tertimpa rumah dan bisa diperbaiki. Bagaimana jika menimpa warga kemudian meninggal, apa bisa warga yang meninggal kemudian dihidupkan kembali,” tanyanya.

Untuk itu, karena keberadaan tower itu dinilai mengancam kehidupan warga, pihaknya tetap menolak tower itu dan meminta agar dipindahkan ke lokasi awal.

“Tidak ada diplomasi, kami tetap akan membongkar tower ini,” katanya diikuti teriakan warga lain yang sepakat tower itu dibongkar dan dipindahkan ke lokasi awal.

Sambung  Nasir, padahal Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) sudah mengeluarkan surat pemberhentian pekerjaan tower itu sementara waktu, tapi tetap saja ada aktifitas pembangunan.

“Surat dikeluarkan dinas tersebut beberapa hari kemarin. Padahal sudah minta dihentikan pekerjaannya, tapi tetap saja hari ini ada aktifitas,” ungkapnya.

Aksi yang digelar oleh warga tersebut juga mendapat pengawalan dari jajaran pihak Polres Bima Kota. Hingga berita ini ditulis, warga masih terlihat berkumpul disekitar lokasi tower.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *