Pegawai Perhubungan Harus Sering Berada Dijalan

Kota Bima, Kahaba.- Untuk mengurai parkir liar dan bongkar muat yang sering mengakibatkan kemacetan, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bima akan mencoba menerapkan pola baru. (Baca. PMII Turun Demo, Sorot Parkir dan Bongkar Muat)

Plt. Kepala Dishubkominfo Kota Bima H. Julkifli. Foto: Eric

Plt. Kepala Dishubkominfo Kota Bima H. Julkifli. Foto: Eric

Selain memaksimalkan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) tentang parkir dan aturan bongkar muat, Dishubkominfo akan memaksimalkan penempatan pegawai perhubungan disejumlah titik jalan.

“Perda mengenai parkir dan aturan bongkar muat masalahnya tidak maksimal disosialisaikan. Makanya satu pekan kedepan, kami akan terus melakukan sosialisasi,” ujar Plt. Kepala Dishubkominfo Kota Bima H. Julkifli, Sabtu (15/10).

Menurut dia, masalah parkir selama ini klasik, begitupun soal bongkar muat. Tapi jika intens dilakukan sosialisasi, dua masalah itu bisa diurai dengan baik.

Sosialisasi juga akan disertai dengan munculnya teguran baik tertulis dan lisan yang disampaikan dinas untuk memberi tindakan kepada petugas parkir dan pemilik toko yang bongkar muat dan menyebabkan kemacetan.

“Kalau sosialisasi maksimal dilaksanakan, maka petugas parkir dan pemilik toko akan mengetahui apa yang boleh dan tidka boleh dilakukan.” Jelasnya.

Selain itu sambung Julkifli, pihaknya akan memaksimalkan penempatan pegawai perhubungan di lapangan. Karena selama ini, pegawai perhubungan lebih banyak di kantor dari pada di lapangan.

“Pegawai perhubungan harus lebih banyak di lapangan, mengotrol dan mengurai persoalan lalu lintas. Bukan terus berada di kantor,” tegasnya.

Mewujudkan itu tambahnya, dalam waktu dekat Dishubkominfo akan menggelar rapat koordinasi dengan forum lalu lintas yang terdiri dari instansi terkait dan pihak kepolisian.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *