Anggota DPRD Kaltim Silaturrahmi dengan Kader NU Bima

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Syafrudin, Sabtu (15/10) malam bersilaturrahmi dengan Kader Nadhlatul Ulama Kota dan Kabupaten Bima. Agenda ini dilaksanakan di Sekretariat GP Ansor Kabupaten Bima.

Anggota DPRD Kaltim, Syafrudin (Dua dari kanan) saat berbagi cerita suksesnya. Foto: Ady

Anggota DPRD Kaltim, Syafrudin (Dua dari kanan) saat berbagi cerita suksesnya. Foto: Ady

Kehadiran Alumni Universitas Mulawarman (Unmul) ini diterima Anggota PW GP Ansor Provinsi NTB, Dzul Amirul Haq, Ketua PKC PMII DKI Jakarta, Mulyadin, jajaran pengurus GP Ansor Kota dan Kabupaten Bima, Lakpesdam NU Kabupaten Bima, PC PMII Bima serta sejumlah alumni.

Dalam kunjungannya ini, Syafrudin banyak berbagi cerita nostalgia tentang kisahnya sejak mulai merantau di Pulau Borneo. Kemudian perjuangan pahitnya dalam meniti karir sebagai politisi, hingga berhasil melenggang sebagai Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur.

Syafrudin merupakan tokoh muda asal Desa Sakuru Kecamatan Monta yang sukses menjadi politisi di Kalimantan Timur. Ia juga adalah Mantan Ketua PC PMII Samarinda dan kini menjabat Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kalimantan Timur.

“Kesuksesan saya di tanah rantau tidaklah mudah, butuh proses panjang dan penuh perjuangan,” kisahnya.

Syafrudin berharap, cerita perjuangannya dapat menginspirasi dan menjadi motivasi para pemuda di Bima, khususnya kader muda NU. Agar terus memacu semangat untuk menggapai impian menjadi apapun yang dicita-citakan.

Sementara itu, Pengurus Wilayah GP Ansor NTB, Dzul Amirul Haq mengaku bangga dan mengapresiasi kesuksesan Syafrudin di Kalimantan Timur. Ia tidak hanya sekedar mengenal sosok pemuda sederhana tersebut, tetapi sangat akrab karena telah menjadi teman sekolahnya sejak di bangku SMP dan SMA di Bima.

“Saya tahu betul, Syafrudin adalah seorang pekerja keras, tidak mudah menyerah dan sederhana sejak sekolah dulu. Maka saya tidak kaget, kalau beliau sukses seperti saat ini,” kata dia.

Dzul yakin, Syafrudin akan menjadi seorang tokoh besar kedepannya. Bukan hanya tokoh bagi Kalimantan Timur, tapi juga daerah kelahirannya di Bima dan Provinsi NTB.

“Semangat beliau ini harus terpatri dalam jiwa kader-kader NU di Bima. Pelajaran berharga dari kisah beliau bahwa tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras,” ujarnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *