KPU Gelar Kursus Kepemiluan untuk Komunitas Peduli Pemilu

Kabupaten Bima, Kahaba.- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima menggelar kegiatan Kursus Kepemiluan untuk Komunitas Peduli Pemilu di Aula KPU, Rabu (19/10). Kegiatan tersebut turut dihadiri komisioner KPU Provinsi, perwakilan kelompok masyarakat dan sejumlah pelajar di Kabupaten Bima.

Suasana Kursus Kepemiluan yang digelar KPU Kabupaten Bima. Foto: Bin

Suasana Kursus Kepemiluan yang digelar KPU Kabupaten Bima. Foto: Bin

Ketua KPU Kabupaten Bima Siti Nursusila dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan agar masyarakat atau kelompok masyarakat yang dianggap intens berpartisipasi dalam kegiatan kepemiluan, diharapkan bisa ikut, sehingga pada akhirnya apa yang diserap dari kegiatan tersebut bisa ditularkan kepada kelompok masyarakat yang lain.

“Kita ingin yang hadir ini bisa memahami seperti apa pemilu yang sesungguhnya, tahapannya, demokrasinya,” ujarnya.

Kata Ketua KPU, partisipasi pemilih merupakan hal yang urgen untuk didorong. Semakin tinggi tingkat partisipasi, maka semakin besar kesadaran masyarakat untuk bisa berpolitik dengan cerdas.

Pelaksanaaan Pilkada Kabupatem Bima misalnya, karena meningkatnya partisipasi pemilih, Bima yang telah ditetapkan sebagai Zona Merah, mampu dirubah menjadi zona aman.

Diakui Siti, kegiatan ini juga sebenarnya merupakan bentuk kegiatan di KPU Provinsi NTB. Tapi pihaknya tidak ingin kalah, kemudin acara itu diadopsi dan dikerjakan dengan anggaran terbatas.

“Meski kami tidak dipilih untuk menggelar kegiatan seperti ini, tapi kami KPU Kabupaten Bima mampu melaksanakan kegiatan yang sama dengan tujuan yang sama seperti KPU Provinsi NTB,” katanya.

Siti juga menambahkan, kegiatan tersebut juga akan dihadiri Ketua KPU RI, sekaligus hadir meresmikan rumah pintar pemilu.

“Bima mungkin satu-satunya dari daerah yang memiliki rumah pintar pemilu,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *