6 Bulan Anggaran Dikucurkan, Pembangunan Masjid Al Muwahidin Belum Terlihat

Kota Bima, Kahaba.- Setelah Pemerintah Kota Bima menyerahkan dana sebesar Rp 1 Miliar ke Yayasan Al Muwahidin awal April lalu, belum terlihat pekerjaan lanjutan dan perubahan berarti pada Masjid Raya tersebut. (Baca. Pemkot Bima Bantu Pembangunan Masjid Al Muwahidin Rp 1 Miliar)

Kondisi Masjid Al Muwahiddin Bima. Foto: ngguwumbojo.blogspot.com

Kondisi Masjid Al Muwahiddin Bima. Foto: ngguwumbojo.blogspot.com

Kabag Kesra Setda Kota Bima, H. Abdul Wahid mengatakan, Pemerintah Kota Bima menyerahkan bantuan dana hibah dari APBD tahun 2016, untuk melanjutkan pembangunan Masjid Al Muwahidin sebesar Rp 1 Miliar. Dengan harapan, pekerjaan bisa dilanjutkan. Karena bila melihat waktu, dua bulan lagi batas penggunaan anggaran tersebut berakhir.

“Bila dalam dua bulan belum dikerjakan, maka dikhawatirkan dana yang belum sempat dimanfaatkan untuk pembangunan tersebut dikembalikan ke kas daerah,” ujarnya, Rabu (19/10).

Untuk itu pihaknya kembali melakukan koordinasi dan komunikasi dengan yayasan maupun panitia, agar pekerjaan bisa dilanjutkan kembali.

“Saya mendapat laporan bahwa pekerjaan sudah dimulai, tapi dari pihak mana belum diketahui, maka secepatnya akan turun ke lapangan, dan mengecek kembali apakah pekerjaan sudah dilakukan atau tidak,” katanya.

Sekretaris panitia pembangunan Masjid Raya Almuwahidin Bima H. Ramli, yang berusaha dikonfirmasi menjawab belum bisa berkomentar banyak.

“Maaf saya belum bisa memberikan klarifikasi, anda bisa menghubungi dewan pembina pembangunan masjid saja,” sarannya.

Sementara itu Dewan Pembina pembangunan Masjid Raya Al Muwahidin Bima H. Umar menjelaskan, saat ini panitia telah mendapatkan pihak ketiga yang mengerjakan pembangunan masjid, yaitu dari Kota Bogor dengan pimpinan bernama H. Ahmad Rohani.

“Apa nama kontraktor tersebut saya tidak tahu. Untuk lengkapnya, bisa tanyakan kepada ketua panitia yang bernama Dedy,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua panitia pembangunan Dedy yang berusaha dikonfirmasi belum berada di tempat, karena saat dihubungi sedang berada diluar rumah.

“Maaf, pak dedy lupa membawa seluler, nanti akan dihubungi kembali,” tutur wanita yang mengaku sebagai isterinya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *