Vakasi dan Kesra ASN Triwulan Keempat 2016 tidak Dibayar

Kota Bima, Kahaba.- Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemkot Bima tahun ini harus bersabar. Pasalnya, Vakasi dan Kesra untuk triwulan keempat tidak dibayarkan. Dana sebesar Rp 44 Miliar ditarik kembali oleh pemerintah pusat.

Kepala DPPKAD Kota Bima Mukhtar. Foto: Bin

Kepala DPPKAD Kota Bima Mukhtar. Foto: Bin

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Mukhtar mengaku, anggaran itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) yang dipotong oleh pemerintah pusat sebanyak 10 persen. Ketentuan itu berlaku seluruh Indonesia.

“Karena tidak dibayarkan tahun ini, maka kompensasinya tahun 2017 pembayaran vakasi dan kesra akan dinaikan sebanyak jumlah yang tidak dibayarkan tahun 2016,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (19/10).

Mukhtar menyebutkan, jumlah vakasi dan kesra yang tidak dibayarkan yakni dari DAK sebesar Rp 120 Miliar, kemudian ditarik oleh pemerintah pusat 1,1 Miiar. Kemudian DAU sebanyak Rp 461 Miliar, ditarik sebesar Rp 33 Miliar.

“Totalnya sekitar 44 Miliar,” sebutnya.

Diakui pria yang bergelar Master Hukum itu, ASN sudah diberitahu tentang kondisi tersebut. Disampaikan melalui apel pagi, dan rapat koordinasi tingkat pimpinan.

“Ini hanya penundaan saja, jadi Insya Allah tidak ada reaksi yang berlebihan. Karen tetap dibayar tahun 2017,” tambahnya.

*Bin?

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *