Masjid Raya Al Muwahidin Bima Diperkirakan Rampung 60 Tahun Lagi

Kota Bima, Kahaba.- Meski beberapa kali mendapat kucuran dana dari Pemerintah, tapi bantuan itu tidak cukup merampungkan pembangunan Masjid Al Muwahidin Bima. Butuh dana sebesar Rp 60 Miliar untuk menyelesaikan semua Masjid Raya tersebut.

penanggung jawab tekhnis pembangunan Masjid Al Muwahidin Bima Dedy Mawardi. Foto. Eric

penanggung jawab tekhnis pembangunan Masjid Al Muwahidin Bima Dedy Mawardi. Foto. Eric

Menurut penanggung jawab tekhnis pembangunan Masjid Al Muwahidin Bima Dedy Mawardi, jika dilihat dari kondisi masjid saat ini, diperlukan beberapa perbaikan diberbagai lini serta pembangunan fisik baru. Sebab, kondisi bangunan sebagian telah keropos dan rusak. Sehingga harus ada perbaikan maksimal, agar bangunan kembali kuat.

Dilihat dari kondisi masjid saat ini, kata dia, diperkirakan jumlah anggaran bisa merampungkan pembangunan berkisar Rp 60 Miliar. Anggaran tersebut mencakup seluruh rencana pembangunan masjid. Melalui berdasarkan beberapa dasar pertimbangan pembangunan, seperti bidang struktural, plumbing drainase, mekanikal elektrikal dan landscape.

“Bila dilihat dari bantuan pemerintah sebesar Rp 1 miliar dalam setahun, maka diperkirakan Masjid Raya Al Muwahidin Bima rampung dalam jangka waktu 60 tahun lagi,” ujarnya saat memantau langsung kondisi terkini masjid raya bima, belum lama ini.

Dedy menambahkan, untuk merampungkan masjid tersebut, pihak Yayasan akan mengambil beberapa langkah strategis, dengan duduk bersama pemerintah daerah. Merumuskan dan mencari solusi, agar kelanjutan pembangunan dan perampungan masjid bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari lima tahun.

“Akan ada beberapa ide dan saran dari pihak pengurus yayasan, kepada pemerintah daerah. Agar percepatan pembangunan terus digenjot, sehingga perampungan masjid terselesaikan dengan cepat,” katanya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *