Capaian PBB Hingga Oktober Sebesar Rp 2,5 Miliar

Kota Bima, Kahaba.- Kabid PBB dan BPHTB DPPKAD Kota Bima M. Natsir menyebutkan, dari target Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2016 sebesar Rp 3,2 Miliar, hingga 20 Oktober capaian sudah sebesar Rp 2,5 Milia atau 80,76 persen.

Kepala Bidang PBB dan BPHTB Dinas DPPKAD Kota Bima M. Natsir. Foto: Eric

Kepala Bidang PBB dan BPHTB Dinas DPPKAD Kota Bima M. Natsir. Foto: Eric

“Trend penerimaan PBB setiap minggu lebih dari Rp 100 juta. Jika capaian terus begitu, maka pendapatan bisa lebih dari target,” ujarnya, Jumat (21/10).

Diakuinya, potensi capai terbanyak berada di Kelurahan Paruga. Selain rumah terbilang rata – rata bagus, jumlah wajib pajaknya juga lebih banyak. PBB sampai hari ini pun kontribusi terbanyak pada komponen bangunan.

“Pola penagihan pajak, dibagi menjadi dua. Nilai dibawah Rp 500 ribu diserahkan ke pemerintah kelurahan. Kemudian nilai diatas Rp 500 ribu, ditagih oleh petugas pada Bidang PBB dan BPHTB,” katanya.

Tahun ini, sambung Natsir, selain penagihan pihaknya fokus memperbaiki data bangunan. Seperti kompleks perumahan, gudang, rumah mewah, klinik kesehatan. Komponen tersebut akan dinilai secara baik, sehingga tahun 2017 tanpa merubah kebijakan NJOP, target penerima PBB diyakini akan jauh bertambah.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan perbaikan pemeliharaan peta block. Sampai hari ini baru Kecamatan Rasanae Barat. Tahun-tahun berikutnya akan diselesaikan pada kecamatan lain.

“Fungsi peta block itu untuk memastikan siapa penanggung pajak, berapa luas obyek pajak dan dimana posisinya. Dengan cara itu, kita bisa pastikan dimana potensi PBB,” jelasnya.

Untuk BPHTB, tambah Natsir, dari target sebesar Rp 1,3 M, realisasinya sampai oktober lebih dari Rp 1 M.

“Potensi BPHTB ini setiap jual beli, ahli waris, hibah, atau peralihan hak,” sebutnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *