Akses Jalan Rusak, Bantuan DDA di Ntoke Habis Diongkos

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kondisi jalan di Dusun Ropo Desa Ntoke Kecamatan Wera yang rusak parah, menyebabkan pemanfaatan anggaran Dana Desa APBN (DDA) tidak maksimal. Distribusi material proyek pun menulai kendala, karena biaya hanya habis diongkos.

Kondisi jalan di Dusun Ropo Desa Ntoke. Foto: Bin

Kondisi jalan di Dusun Ropo Desa Ntoke. Foto: Bin

Sekretaris Desa (Sekdes) Ntoke Ruli mengatakan, tahun 2016 Desa Ntoke  mendapat kucuran bantuan DDA sebesar Rp 1,2 Miliar. Dana itu dikerjakan untuk irigasi, talud penahan banjir dan longsor, rehab masjid dan pengadaan sanitasi yang ada di tiga dusun, masing – masing Dusun Ropo, Dusun Wanca dan Dusun Rengga.

Hanya saja, saat dimulainya pekerjaan distribusi material dihadapkan pada masalah akses jalan yang rusak. Harga material pun habis digunakan untuk ongkos.

“Contoh, semen dengan harga satuan yang diberikan Pemerintah Daerah sebesar Rp 70 ribu. Tiba di dusun tersebut menjadi Rp 105 Ribu,” ujar Ruli kepada Kahaba.net beberapa waktu lalu.

Mengangkut material seperti semen, kata Ruli, tidak bisa menggunakan mobil maupun truk. Pemilik kendaraan tidak berani ambil resiko. Satu – satunya cara, distribusi menggunakan motor ojek.

“Kita bayangkan saja dari Rp 70 ribu harga semen, saat tiba dilokasi menjadi Rp 105 ribu. Belum lagi material lain,” bebernya.

Untuk itu, Ruli meminta kepada Pemerintah Daerah untuk mempertimbangkan perubahan ketentuan harga satuan material. Desa yang akses jalan rusak dan terbilang jauh, tidak disamakan dengan desa mudah dijangkau.

“Yang kami lakukan sekarang hanya menyiasati saja. Tapi tetap saja kami yang rugi dan pekerjaan tidak maksimal,” tambahnya.

“Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *