Pemuda Harus Jadi Kekuatan Menentukan Wajah Bangsa

Kota Bima, Kahaba.- Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) melaksanakan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 Tahun 2016, di halaman kantor Walikota Bima, Jumat (28/10).

Pemkot Bima saat menggelar Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-88 Tahun 2018. Foto: Hum

Pemkot Bima saat menggelar Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-88 Tahun 2018. Foto: Hum

Upacara dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Bima, Kepala Kantor Kementerian Agama, para pengawas sekolah dan anggota dewan pendidikan serta pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kota Bima. Peserta upacara terdiri atas unsur Aparatur Sipil Negara serta pelajar dan pemuda.

Wakil Walikota Bima H. Arahman H. Abidin bertindak selaku pembina upacara, sementara Kasat Pol PP Kota Bima Syarif Rustaman, MAP, menjadi pemimpin upacara.

Dinas Dikpora juga melibatkan KNPI sebagai petugas upacara, yaitu Solikhin, sebagai perwira upacara, M. Ikbal Tanjung, sebagai pembaca teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dan Nurfitriani, sebagai pembaca Keputusan Kongres Pemuda Tahun 1928.

Wakil Walikota saat membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan,  para pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke diingatkan untuk terus bergerak memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasannya untuk kesejahteraan dan kebesaran bangsa Indonesia, terutama di mata dunia.

“Para pemuda harus menjadi kekuatan yang menentukan wajah bangsa,” ujarnya.

Menurut dia, data demografi Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Indonesia dengan kisaran usia antara 16-30 tahun berjumlah 61,8 juta orang, atau 24,5 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252 juta orang.

Secara kuantitas, angka 24,5 persen ini cukup besar. Ditambah lagi dalam waktu dekat ini, mulai tahun 2020 sampai 2035 Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut dengan bonus demografi, dimana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64% dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa.

“Bonus demografi menjadi peluang yang sangat strategis bagi sebuah negara untuk dapat melakukan percepatan pembangunan ekonomi, dengan dukungan ketersediaan sumber daya manusia usia produktif dalam jumlah yang cukup signifikan,” ujarnya.

Namun demikian, kuantitas semata juga tidaklah cukup. Negara membutuhkan pemuda-pemudi unggul yang memiliki kualitas dan visi yang bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan diperhitungkan di kancah dunia.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *