Penetapan Camat Teladan di Arena MTQ Menuai Protes

Kota Bima, Kahaba.- Penetapan tiga orang camat pada acara penutupan MTQ ke-XI Kota Bima di Masjid Agung Al Muwahidin Bima, Jumat (28/10) malam, menuai protes. Penetapan itu pun dinilai tidak berdasar dan mengada-ada, sebab indikatornya tidak jelas.

Penyerahan camat teladan pada arena MTQ ke-XI tingkat Kota Bima. Foto: Hum

Penyerahan camat teladan pada arena MTQ ke-XI tingkat Kota Bima. Foto: Hum

Tiga orang Camat yang mendapatkan penghargaan khusus itu diberikan kepada Camat Asakota Is Fahmin, Camat Raba H. Surfil dan Camat Rasanae Timur Hj. Misbah. Mereka dapat penghargaan dari Wakil Walikota karena memberikan perhatian besar dan selalu hadir di arena MTQ untuk mendukung kafilahnya.

Namun, penetapan itu diprotes oleh Camat Rasanae Barat, Lalu Sukarsana. Karena tidak jelas dan membingungkan.

“Apa maksud panitia lomba MTQ memberikan penghargaan camat teladan ini. Apa indikator penilaiannya, siapa yang memberikan penilaian. Inikan tidak jelas,” protes Lalu Sukarsana.

Menurut dia, penetapan ini berdampak besar untuk seluruh camat di Kota Bima. Karena kehadiran camat saat MTQ tidak pernah dinilai secara khusus. Kemudian apakah camat teladan tersebut juga ikut dalam penyelenggaraan atau faktor apa.

“Kami merasa bingung dengan penghargaan ini. Berarti, dua camat yang tidak dapat penghargaan ini disebut sebagai camat yang tidak teladan,” sesalnya.

Mantan Kabag Humas dan Protokler itu melanjutkan, penetapan dan pemberian penghargaan untuk camat teladan tersebut telah menampar dirinya dan Camat Mpunda. Karena disampaikan didepan publik. Jika dinilai karena tingkat kehadiran camat mendampingi kafilah, dirinya juga selalu hadir.

“Saya menghormati Kecamatan Asakota menjadi juara umum, karena jelas indikator penilainnya. Tapi penetapan camat teladan, ini maksudnya apa, penghargaan ini keliru dan sangat dipaksakan,” sorotnya.

Penyelenggara acara, Kabag Kesra Setda Kota Bima H. Abdul Wahid yang dimintai tanggapan mengaku, penetapan itu merupakan keputusan panitia, atas partisipasi, motivasi dan semangat camat yang selalu setia menemani peserta hingga akhir acara.

“Ini murni motivasi saja, tidak ada maksud lain,” kilahnya.

Di tempat yang sama, Wakil Walikota Bima. H. Arahman H. Abidin yang dimintai tanggapan terhadap protes Camat Rasanae Barat tersebut ogah berkomentar terlalu jauh.

“Tanya panitia dong, jangan tanya saya,” cetusnya.

Yang jelas, kata Arahaman, penetapan itu hanya sebagai motivasi. Panitia yang menetapkan juga berdasarkan indikator dan kriteria.

“Ini biasalah, karena bagian dari dinamika,” katanya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *