Tiga Bulan Berjuang, Warga Desa Oi Ketupa Akhirnya Pulang

Kota Bima, Kahaba.- Sekitar tiga bulan lamanya berjuang menuntut hak lahan yang menjadi sengketa dengan PT. Sanggar Agro, warga Desa Oi Katupa akhirnya pulang ke kampung halaman. Warga tersebut pulang pada hari Jumat (28/10), didampingi perwakilan Pemerintah Kabupaten Bima dan pihak kepolisian.

Perwakilan Pemerintah Kabupaten Bima bersama warga Oi Katupa. Foto: Zakkir Baim Sulaiman (Facebook)

Perwakilan Pemerintah Kabupaten Bima bersama warga Oi Katupa. Foto: Zakkir Baim Sulaiman (Facebook)

Asisten II Setda Kota Bima Muzakkir mengaku, warga Desa Oi Katupa pulang ke kampung halaman Jumat pagi dan tiba di desa setempat mendekati waktu Shalat Jumat.  Warga star dari Paruga Nae Woha, menggunakan dua Bus didampingi tim dari pemerintah daerah, aparat kepolsiian dan Satuan Pol PP.

“Tidak ada protes saat proses pulang, karena keinginan pulang inisiatif dari warga sendiri. Kami hanya mendampingi, sebagai betuk tanggungjawab pemerintah daerah dan sebagai keluarga. Semua berjalan dengan damai, aman dan tertib,” ujarnya kepada Kahaba, Minggu (30/10).

Saat tiba di Desa Oi Katupa kata Muzakkir, warga diterima oleh Camat Tambora. Pada kesempatan tersebut juga, dirinya menyampaikan himbauan Bupati Bima, agar Pemerintah Desa Oi Katupa segera dipulihkan, dijalankan program desa yang sempat terbengkalai.

Warga Desa Oi Katupa dan GNP. Foto: Zakkir Baim Sulaiman (Facebook)

Warga Desa Oi Katupa dan GNP. Foto: Zakkir Baim Sulaiman (Facebook)

“Kepala Desa Oi Katupa telah lama meninggalkan tugas dan kewajibannya. Makanya kami minta agar pembangunan dan program pemberdayaan masyarakat harus kembali dijalankan, agar pemerintah desa juga kembali memiliki wibawa,” jelasnya.

Ditanya mengenai lahan yang selama ini menjadi tuntutan warga Muzakkir mengaku, soal lahan akan diawali dengan ferifikasi faktual oleh warga setempat bersama dengan pemerintah desa dan camat.

“Yang penting sekarang warga pulang, konflik diakhiri, dan semuanya tenang. Tatap masa depan di Tambora yang cerah,” katanya.

Di tempat berbeda, Ketua GNP yang selama ini terus mendampingi warga Desa Oi Katupa, Arif Kurniawan mengakui warga Oi Katupa sudah tiba di kampung halaman dengan aman.

Sementara soal lahan sambungnya, 300 Ha dalam HGU yang direncanakan akan dibagi kepada warga, menunggu kehadiran pemerintah daerah pada Senin (32/10) besok.

“Setelah lahan tersebut, baru warga mulai beraktifitas,” tuturnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *