Bupati Bima Buka Temu Bisnis Garam

Kabupaten Bima, Kahaba.- Upaya meningkatkan produksi dan kualitas garam rakyat di wilayah pesisir Kabupaten Bima terus digenjot oleh pemerintah daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan. Untuk mendukung Swasembada Garam Nasional Jum’at (28/10), digelar kegiatan Kemitraan dan Temu Bisnis Pengembangan Usaha Garam Rakyat Program Pengelolaan Ruang Laut pada Dinas Kelautan dan Perikanan kabupaten Bima Tahun anggaran 2016 di aula Hotel Camelia Kota Bima.

Kepala Diskanlut Kabupaten Bima saat memaparkan kondisi garam. Foto: Hum

Kepala Diskanlut Kabupaten Bima saat memaparkan kondisi garam. Foto: Hum

Selain Bupati Bima, pada kesempatan temu bisnis PUGAR  tersebut, hadir pula Wakil Bupati Bima H. Dahlan, M. Noer, Direktur Jasa Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Riyanto Basuki, Anggota DPRD Kabupaten Bima Suryadin, Narasumber kegiatan, Kadis Kelautan dan Perikanan Indonesia Hj. Nurma, Kepala Bappeda Kabupaten Bima Indra Jaya, para Pejabat eselon III dan eselon IV lingkup instansi tersebut, Dirut PD. Wawo,  Pengurus Koperasi PUGAR dan kelompok Nelayan, Desa Talabiu, Sondosia, Donggobolo, Konsultan Menejemen dan Penyuluh Perikanan.

Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten Bima merupakan salah satu dari 9 daerah sentra produksi garam nasional dengan potensi lahan yang belum dikelola seluas 2.876,98 Ha.

“Kehadiran program PUGAR di Kabupaten Bima dalam beberapa tahun terakhir cukup membantu meningkatkan taraf hidup dan ekonomi  para petani tambak khususnya pada lima kecamatan yang menjadi sasaran program PUGAR,” jelas Bupati.

Hal ini kata Bupati sangat beralasan mengingat kehadiran program ini telah berhasil meningkatkan produksi garam rakyat menjadi dua kali lipat dibanding produksi yang sama melalui non PUGAR, meskipun secara keseluruhan belum meningkatkan secara drastis kesejahteraan masyarakat setempat Sebagai akibat masih rendahnya harga jual komoditi garam.

Berdasarkan catatan yang ada tambah Bupati Bima selama 6 tahun beroperasinya PUGAR,  telah menyentuh sebanyak 3.629 orang petani garam atau 388 kelompok yang tersebar di 5 kecamatan dengan luas lahan 1.743,02 Ha dari potensi 4.620 Ha.

Kegiatan Temu Bisnis Garam. Foto: Hum

Kegiatan Temu Bisnis Garam. Foto: Hum

Pemerintah daerah kata Bupati akan terus berkomitmen untuk mendukung keberadaan program PUGAR dengan mengalokasikan pembiayaan yang tidak tercakup dalam anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima Ir. Hj.Nurma dalam laporannya mengatakan, untuk meningkatkan kualitas garam rakyat secara bertahap tengah diterapkan teknologi geoisolator.
Penerapan teknik geoisolator telah memberikan dampak signifikan pada peningkatan kualitas dan produksi garam yang dihasilkan. Sebab mengacu hasil uji laboratorium sampel garam di 5 sentra produksi garam, kandungan NaCl garam Geoisolator berkisar antara 91 sampai  93 persen .

Tahun anggaran 2016, program PUGAR ini diarahkan untuk menerapkan teknologi geoisolator di lima lokasi yaitu lokasi yang berada di desa Sanolo, Desa Darusalam, Desa Sondosia, Desa Donggobolo, Desa Soro serta Desa Tangga baru dengan luas sebesar 64,01 Ha dan baru terpasang seluas 42,30 Ha atau 66,08 persen.

“Untuk produksi garam Kabupaten Bima pada tahun 2016 saat ini mencapai 10.774,60 ton, dimana produksi untuk PUGAR (non Geoisolator) sebesar 5. 842,29 ton dan produksi PUGAR (geoisolator) sebesar 932,32 ton,” papar Nurma.

Peningkatan persentasi kadar garam (NaCL) rata-rata 92,01 persen dibanding garam tradisional rata – rata 85,79 persen diharapkan dapat meningkatkan animo masyarakat untuk menerapkan teknologi tepat guna.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *