Jabatannya Sebagai Sekda Berakhir, Rum Pamit

Kota Bima, Kahaba.- Tidak biasanya Sekda Kota Bima, H. Muhammad Rum berpidato panjang lebar saat apel pagi. Tapi hari ini, Senin (31/10) Rum begitu bersemangat menyampaikan sambutan. Berulang kali juga Rum melontarkan kalimat permohonan maaf dan ucapan terimakasih kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sekda Kota Bima HM. Rum saat menyampaikan pidato terakhir. Foto: Bin

Sekda Kota Bima HM. Rum saat menyampaikan pidato terakhir. Foto: Bin

Hari ini, tugas Rum sebagai abdi negara dan abdi masyarakat berakhir. Jabatannya sebagai Sekretaris Daerah yang melekat hampir 4 tahun akan diganti oleh pelaksana tugas.. Rum dengan segala kerendahan hatinya memohon pamit dan meminta agar segala khilaf dan salahnya dimaafkan.

Diatas mimbar apel, Rum bernostalgia dengan kenangannya menjadi PNS. Ia mengaku pertama menjadi tenaga honor tahun 1984 silam. Kemudian, hadir di Bima pada tahun 2002. Setelah mengabdi di Kabupaten Bima selama beberapa tahun, dirinya diajak untuk mengabdi di Kota Bima.

“Saya mulai bekerja di Kota Bima tahun 2006,” ujarnya.

Rum juga mengaku selama menjadi PNS selalu menegakkan disipilin waktu dan sabar menghadapi dinamika pekerjaan. Meski acapkali dimarahi dan disemprot karena melakukan kesalahan, namun dirinya tetap bersabar dan terus memperbaiki diri, agar tidak mengulang kesalahan yang sama.

Dirinya selalu mendorong diri untuk kerja keras, terus belajar dan tidak mudah putus asa. Setiap tugas dan pekerjaan selalu dikerjakan dengan baik. Bahkan, agar pekerjaan tidak dibawa ke rumah, dirinya selalu menambah waktu kerja satu jam, untuk menyelesaikan semua kewajiban.

“Cara ini yang sering saya lakukan. Sehingga pekerjaan tidak terbengkalai dan tidak menumpuk. Bahkan beberapa kali saya menyelesaikan pekerjaan di kantor sampai malam,” katanya.

Pada kesempatan itu Rum juga berpesan agar ASN tidak berpikir yang aneh-aneh dan berprasangka buruk dalam menjalankan pekerjaan. Jalani saja dengan tekun dan ikhlas, karena orang yang ikhlas selalu mendapat hadiah dari Allah SWT.

Pria asli Sape tersebut juga tidak henti – hentinya menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pegawai. Permohonan maaf juga terus disampaikannya, mulai dari tukang sapu kantor Pemkot Bima sampai pejabat eselon 2.

Suasana pidato sambutan Rum tadi pagi juga mengundang gelak tawa para pegawai. Karena, jika dirinya hendak mengakhiri sambutan, cerita yang sama disampikn kembali dan berulang – ulang. Ucapan terimakasih dan permohonan maaf juga terus disampaikan Rum, berulang kali.

Usai apel pagi, Rum pose bersama dengan pejabat eselon 2 sampai eselon 4 di halaman Kantor Walikota Bima.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *