Pendemo Tambang Marmer: Dewan Itu Antek Kapitalis

Kota Bima, Kahaba.- Ketika melakukan aksi demo menolak aktifitas pertambangan marmer di Kelurahan Oi Fo’o Kota Bima pada Senin (3/9), demonstran menyatakan anggota DPRD Kota Bima adalah antek Kapitalis. Demonstran menilai dengan adanya pertambangan akan merusak lingkungan perkebunan dan pertanian masyarakat.

Ilustrasi

Demonstran meminta agar izin pertambangan dicabut dan menilai anggota DPRD Kota Bima tidak memihak kepada rakyat dan hanya berpihak pada pengusaha, sedangkan menganggap aspirasi rakyat hanya menjadi sampah oleh para anggota DPRD Kota Bima.

Syaiful, yang menjadi ketua dalam demo tersebut menyatakan bahwa anggota dewan saat ini tidak lagi memiliki hati nurani, tidak pernah merasakan kehidupan warganya, anggota dewan hanya bisa menikmati fasilitas dari hasil uang rakyat dan berkantor dengan ruang AC, sedangkan rakyatnya kepanasan di bawah teriknya matahari hanya untuk mencari rupiah.

Massa demonstran juga merasa bahwa selama ini warga disekitar tambang bukan hidup dari hasil pertambangan, mereka bisa sekolah, kuliah, semuanya adalah hasil jerih payah dari hasi bertani. “Warga di sini dapat hidup dari padi, jagung, dan kedelai, bukan dari batu marmer!” demikian penggalan orasi demonstran.

Mereka menilai dengan adanya aktifitas pertambangan hanya akan merusak alam dan menyisakan kesengsaraan bagi masyarakat karena lingkungan pertanian akan tercemar. Dan yang menikmati keuntungan dari pertambangan tersebut hanyalah pengusaha dan penguasa pemerintahan.

Usai melakukan aksi demonstrasi, warga membubarkan diri secara tertib di bawah kawalan aparat kepolisian. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *