Ditanya Gaji Guru PTT, Dikpora Saling Tunjuk

Kabupaten Bima, Kahaba.- Gaji Guru yang diangkat sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT) sebanyak 25 orang di Kecamatan Tambora hingga kini belum ada kejelasan akan dibayarkan pemerintah daerah. Padahal, tunggakan gaji tersebut sudah hampir setahun tidak dibayar. (Baca. Guru PTT Tambora Hampir Setahun Tak Terima Gaji)

Ilustrasi

Ilustrasi

Dinas Dikpora Kabupaten Bima selaku SKPD tehnis yang mengangkat para guru tersebut saat dikonfirmasi media ini, Senin (31/10) pagi terkesan apatis dan tidak mau tahu.

Sekretaris Dinas Dikpora, H Nasrullah yang ditemui di ruang kerjanya enggan berkomentar banyak ketika ditanya karena mengaku ada bidang tehnis yang lebih mengetahuinya.

Ia lantas menyarankan awak media untuk menemui Kepala Bidang KPMP dan jajarannya untuk menjelaskan perihal tunggakan gaji puluhan guru tersebut.

“Mengenai sudah dibayar atau belum silahkan ke Bidang KPMP di ruang sebelah, karena mereka yang tahu persis,” sarannya.

Kepala Bidang KPMP Dinas Dikpora, H Asrarudin dan Kasubag terkait yang berusaha ditemui semuanya tidak berada di tempat kerja. Awak media baru mendapatkan konfirmasi melalui sambungan telepon seluler.

Namun sayang, tidak ada penjelasan berarti yang didapatkan dari H Asrarudin. Malah media disarankan menanyakan persoalan gaji guru ini kepada Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Dikpora.

Meski begitu diujung komunikasi, H Asrarudin atau lebih dikenal H David membenarkan gaji Guru GTT belum dibayarkan hingga kini. Alasannya, karena belum ada uang meskipun sudah tertuang dalam DPA.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Dikpora pun tak berhasil dilakukan, karena saat itu tidak berada di kantor.

Sebelumnya, secara terpisah Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bima, M Natsir menyayangkan sikap Dinas Dikpora yang tidak tanggap dengan nasib para Guru GTT. Padahal, guru tersebut sudah menunaikan kewajiban dan pengabdian di daerah terpencil Kecamatan Tambora.

“Kalau memang benar sangat disayangkan. Kemana uang untuk gaji guru tersebut ?” tanya Natsir, kemudian berjanji akan segera berkoordinasi dengan Dinas Dikpora untuk menanyakan kejelasan persoalan tersebut.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *