Hati-Hati, Penipuan Atas Nama Petugas KPK!

Jakarta, Kahaba.- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta seluruh pemerintah daerah, para pejabat pusat hingga desa, mewaspadai oknum yang mengaku dan mengatasnamakan petugas KPK. Pasalnya, saat ini KPK telah menerima 140 lebih laporan soal aksi oknum KPK alias KPK abal-abal.

Ilustrasi

Ilustrasi

Peringatan ini disampaikan Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK, Ranu Miharja dalam sebuah kesempatan baru-baru ini seperti dikutip dalam situs resmi KPK, http://www.kpk.go.id.

“Mereka menjanjikan bisa ngurus kasus. Dana-dana desa juga jadi target oknum-oknum yang mengatasnamakan KPK ini,” kata Ranu Miharja.

Ranu meminta warga dan pejabat di daerah memahami bahwa ketika KPK turun ke lapangan, misinya jelas. “Mereka mengantongi surat tugas dan berkomunikasi terlebih dahulu dengan pejabat terkait sebelum turun ke lapangan,” ucapnya.

Menurut Ranu, korban petugas KPK abal-abal sudah banyak. Seperti di Indramayu dan Subang. Di antara petugas abal-abal itu, sudah ada yang ditindak hukum seperti pelaku pemerasan DPRD Sumatra Utara. Di Sumut, pelaku memeras Rp 2,5 miliar tetapi baru dibayar Rp 25 juta. Lalu, di Kutai Kartanegara, pelaku memeras Rp 1 miliar.

“Modusnya, pelaku mengaku dari KPK dan bisa mengurus kasus. Untuk meyakinkan korbannya, mereka memakai kostum berlogo KPK. Malah dilengkapi kartu nama. Padahal, KPK enggak pernah mengeluarkan kartu nama,” ungkapnya.

Ranu meminta Kesbangpol Pemerintah Propinsi menertibkan media atau LSM yang mencantumkan kerja sama dengan KPK atau namanya mirip-mirip dengan KPK. Apalagi jika garudanya sama.

“Jika warga menemukan KPK dengan ciri-ciri tadi atau seperti menakut-nakuti dan menjanjikan sesuatu, diminta segera lapor ke polisi. Pejabat daerah yang menemui oknum seperti itu, bisa langsung menghubungi saya,” ujarnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *