Diduga Mesum, Pasangan Mahasiswa Diamankan Warga

Kota  Bima, Kahaba.- Pasangan mahasiswa, masing-masing UQ (20) mahasiswi asal Kecamatan Bolo dan RF (23) mahasiswa asal Kecamatan Sape, diamankan warga dan Lurah setempat di Kos-kosan RT 06 Kelurahan Santi.

Pasangan diduga mesum saat diamankan di Kelurahan Santi. Foto: Deno

Pasangan diduga mesum saat diamankan di Kelurahan Santi. Foto: Deno

Pasangan mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Bima itu diduga sedang mesum dikamar Kos dan diamankan sekitar pukul 23.30 Wita, Selasa (1/11).

Kepala kelurahan Santi Wahyudin mengatakan, saat ditangkap mereka sedang berdua dalam kos dan kamar dalam keadaan terkunci. Saat warga dan Babinkamtibmas mengetuk pintu kos, pasangan mahasiswa itu tidak langsung membuka pintu.

“Saat dipantau dari luar kamar, mereka sedang bolak balik kamar mandi untuk bersembunyi,” ujarnya.

Wahyudin mengaku, pasangan itu ditangkap karena diduga kuat sedang mesum. Perbuatan tersebut cukup meresahkan warga sekitar.

“Mereka kami amankan dan diberi pembinaan dengan memanggil orang tuanya masing- masing,” katanya.

Sambung Lurah, perilaku tersebut bukan pertama kali terjadi di Kelurahn Santi. Pengamanan pasangan mesum kali ini merupakan yang ke puluhan kali. Kepada pemilik kos juga diharapkn bisa memberikan batasan jam kunjung bagi tamu anak-anak kos, agar kejadian tersebut tidak kembali terulang.

“Kami berharap juga. semua elemen di Kelurahan Santi, baik RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, Babinsa serta babinkamtibmas bisa bersama-sama untuk selalu mengontrol setiap aktifitas negatif di kelurahan ini,” harapnya

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. zahratuldahsyat

    Pendisiplinan peraturan kepemilikan kost dan pengawasan sangat dibutuhkan di kota bima yerutama titik2 tertentu yg banyak dijadikan sebagai wilayah kost2an salut sama warga2 yg melek dan khawatir terhadap lingkungan. 2 jempol ??????

  2. Muhammad F.

    Perlu ketegasan dan kerjasama mulai dari lurah, tokoh masyarakat, tokoh agama, Rt Rw serta masyarakat. Selama ini tidak ada langkah konkret utk atasi hal ini, dgn menjamurnya kos kosan disanti seharusnya aturan juga diperketat, jgn hanya pas ada kejadian seperti ini baru dibicarakan, klo begini trus secara perlahan moral masyarakat khususnya kaum muda akan rusak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *