Iming-Iming SK K2, Oknum PNS Tipu Warga Puluhan Juta

Kota Bima, Kahaba.- Iming – iming menggiuarkan yang diberikan IR, oknum PNS yang bekerja di Sekolah Kelompok Bersama (SKB) Kota Bima pada tahun 2013, membuat Muhtar (52) warga Palibelo terlena. Uang sebanyak Rp 70 juta yang diminta IR pun akhirnya diserahkan begitu saja, dengan harapan SK CPNS Kategori Dua (K2) segera diterimanya.

Muhtar warga Palibelo saat hadir di ruangan Sat Reskrim Polres Bima Kota. Foto: Deno

Muhtar warga Palibelo saat hadir di ruangan Sat Reskrim Polres Bima Kota. Foto: Deno

Namun, hingga tahun ini, SK yang dijanjikan tersebut tak kunjung diterima. IR hanya terus memberi harapan hampa. Empat tahun menunggu, Muhtar hanya bisa menanti ucap manis dari mulut IR.

Karena sudah tak kuasa, Muhtar pun berinisiatif melaporkan penipuan yang dilakukan IR itu ke Polisi. Dengan harapan, sanski pidana itu bisa membuat IR bisa segera mengembalikan uang tersebut.

”Awalnya IR janji memberikan SK K2 pada salah satu anak saya. Karena termakan rayuan dan janji busuk IR, saya menyerahkan uang sesuai yang diminta IR sebanyak Rp 70 juta,” ceritanya di ruangan Sat Reskrim Polres Bima Kota, Selasa (8/11).

Merasa ia terus dibohongi, uang tersebut terus diminta kembali. Namun IR lagi-lagi memberi janji palsu, salah satunya dengan membuat surat pernyataan untuk membayar bulan sekian. Namun pernyataan itu hanyalah semu.

“Janjinya uang saya dikembalikan bulan Januari tahun 2016. Tapi sampai bulan ini belum dibayar juga, setiap bulan dia janjikan untuk membayar, tapi itu janji bohong saja,” kesalnya.

Kenyang dengan janji IR, ia pun melaporkan masalah tersebut ke polisi. Dirinya juga menyerahkan kuitansi dan sejumlah berkas perjanjian sebagai bukti.

KBO Reskrim Polres Bima Kota, IPTU. Hilmi Prayoga mengaku telah menerima laporan tersebut dan akan segera menindaklanjutinya.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *