Belajar Renang Bersama Guru, Bocah ini Tewas Tenggelam

Kota Bima, Kahaba.- Naisya Astriani (9) warga RT 09 RW 03 Kelurahan Lewirato ditemukan tewas tenggelam di tempat pemandian Arema, Rabu (9/11) sekitar pukul 16.00 Wita.

Suasana di rumah korban Naisya di Kelurahan Lewirato. Foto: Bin

Suasana di rumah korban Naisya di Kelurahan Lewirato. Foto: Bin

Buah cinta dari Erwin dan Novita itu masih duduk dibangku kelas 3 SDN 14 Kota Bima. Tenggelam saat mandi dan belajar berenang bersama puluhan teman sekelasnya, diantar oleh sejumlah guru-guru sekolah setempat.

Iwan Zulkifli, kakek korban mengaku, Naisya memang berangkat berenang bersama teman – teman sekolahnya, diantar oleh guru-guru SDN 14 Kota Bima. Berkumpul di sekolah sekitar pukul 12.00 Wita, dan berangkat ke pemandian Arema pukul ke 14.00 Wita.

“Kabar yang kami terima Naisya saat mandi tergelincir dan jatuh dikolam orang dewasa. Kemudian ditemukan penjaga kolam dalam keadaan sudah lemas,” ujarnya.

Dirinya juga belum bisa memastikan apakah cucunya tersebut meninggal di kolam tersebut atau menghembuskan nafas terakhirnya saat tiba di RSUD Bima.

“Cerita lengkapnya kami belum tahu, karena cucu saya masih berada RSUD Bima,” katanya.

Iwan juga menuturkan, saat ini sejumlah guru yang mengantar siswa berenang sudah mengamankan diri di Kantor Polisi.

“Saya tidak tahu berapa orang jumlah guru – guru yang mengantar siswa belajar berenang,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Halida Nuriyah

    Mknya sy tidak percaya 100% sm guru.. kemanapun anak sy ekskul berenang dll pasti sy ikut serta.. wlwpun dilarang ikut, sy tetap ikut, antar dan tunggu anak sampai pulang lg brsama sy.. pdhal anak sy yg kecil udah smp dan anak sy yg besar udh sma kls 2 br sy lepas sendiri prgi brsama guru2nya itupun sy pantau terus via telp. yg namanya gurukan mengawasi anak murid banyak, jd gak mungkin liat anak murid satu persatu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *