Pemkot Bima Terima Kunjungan Studi Banding Anggota Dewan Bangkalan

Kota Bima, Kahaba.- Komisi D DPRD Kabupaten Bangkalan Provinsi Jawa Timur mengunjungi Kota Bima, Kamis (10/11) dalam rangka studi banding tentang kepariwisataan dan pendidikan. Rombongan berjumlah 8 orang itu diterima Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Bima H. Sukri dan Kepala Dinas Dikpora H. Alwi Yasin, di aula kantor Walikota Bima.

Kepala Dinas Dikpora Kota Bima H. Alwi Yasin saat foto bersama dengan Anggota DPRD Bangkalan. Foto: Hum

Kepala Dinas Dikpora Kota Bima H. Alwi Yasin saat foto bersama dengan Anggota DPRD Bangkalan. Foto: Hum

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bangkalan H. Hosian M menjelaskan, tujuan kunjungan adalah untuk bertukar ilmu dengan jajaran Pemerintah Daerah Kota Bima dan DPRD Kota Bima, khususnya tentang aspek legislasi bidang kepariwisataan dan pendidikan.

“Kabupaten Bangkalan merupakan Kabupaten di Pulau Madura. Kabupaten ini terletak diujung paling barat Pulau Madura, berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Sampang di timur serta Selat Madura di selatan dan barat,” jelasnya.

Sebagai sebuah daerah yang terletak dikawasan pesisir, kata dia, Kabupaten Bangkalan memiliki karakteristik wilayah dan kondisi geografis yang mirip dengan Kota Bima. Pengembangan pariwisata Teluk Bima telah mendapat banyak sorotan, sehingga Kabupaten Bangkalan ingin menimba cerita dari pengalaman Kota Bima.

Kepala Dinas Budpar Kota Bima H. Sukri menyampaikan penjelasan tentang gambaran umum pengembangan pariwisata Kota Bima, sementara Kepala Dinas Dikpora menjelaskan tentang program-program dunia pendidikan.

Banyak hal yang menjadi perhatian rombongan Komisi D DPRD Bangkalan, antara lain tentang penerapan Jumat Khusyuk serta pengembangan pariwisata dengan tetap menanamkan nilai-nilai keagamaan.

Kepala Dinas Budpar dan Kepala Dinas Dikpora menjelaskan tentang falsafah “Maja Labo Dahu” yang menjadi pegangan masyarakat Bima sejak zaman Kesultanan dan betapa kuatnya ikatan antara nilai-nilai islami dengan adat budaya Kesultanan Bima, termasuk budaya rimpu. Juga program pengembangan SMP Tahfidz di Kelurahan Kolo.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *