71 Pramuka Dapat Pin Peduli di Hari Pahlawan ke-71

Kota Bima, Kahaba.- Sebanyak 71 adik – adik yang mengikuti secara aktif kegiatan Komunitas Pramuka Peduli, menerima Pin Peduli. Adik –adik tersebut merupakan pembawa 71 Obor Hargai Jasa Pahlawan.

Penyematan Pin Peduli kepada 71 adik-adik Pramuka. Foto: Bin

Penyematan Pin Peduli kepada 71 adik-adik Pramuka. Foto: Bin

Selain itu, Pin Peduli juga diberikan kepada Pembina Gudep SMA Kae Jairin. Pin peduli ini langsung disematkan oleh Koordinator Komunitas Pramuka Peduli Kak Arief Rachman usai melakukan pelarungan bunga di Benteng Asakota.

“Kami dari pembina Gudep akan terus memberikan dukungan kepada Komunitas Pramuka Peduli. Apalagi, selama ini kami melihat kiprah Komunitas Pramuka Peduli sangat banyak dengan daya jangkau kepada anak-anak dan kaum muda,” ungkap Jairin, Kamis (10/11)

Pihaknya juga mengaku bangga dapat bergabung dengan Komunitas Pramuka Peduli, untuk mempersiapkan tunas-tunas bangsa yang ada di Kabupaten Bima dalam menghadapi masa depan.

Nur Fadilah, salah satu diantara 71 orang yang menerima Pin Peduli mengatakan sangat senang mengikuti kegiatan Komunitas Pramuka Peduli. Dirinya saya sering mendengar kiprah Komunitas Pramuka Peduli seperti memberikan bantuan korban kebakaran, kegiatan penyuluhan lingkungan, nonton film bareng.

“Ternyata memang kegiatannya asyik-asyik dan menyenangkan,” tutur Nur Fadila.

Sementara itu, Koordinator Komunitas Pramuka Peduli Arief Rachman berjanji akan mengembangkan semua potensi daerah yang ada, khususnya mempertajam pembinaan ke masing-masing Gugus Depan, agar dapat merangkul minat kaum muda sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing.

“Ayo bergabung bersama Komunitas Pramuka Peduli, rasakan kegembiraan bersama sambil mengasah kepedulian dan menjadi Patriot Dasa Darma,” ajak Arief.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *