Anggaran MTQ Belum Cair, Pemuda Tente Segel Kantor Desa

Kabupaten Bima, Kahaba.– Tidak puas dengan mekanisme kelola anggaran MTQ di Desa Tente, sejumlah pemuda desa setempat, Jum’at (11/11) menyegel kantor Desa tersebut.

Kantor Desa Tente Disegel. Foto: Bin

Kantor Desa Tente Disegel. Foto: Istimewa

Ketua Karang Taruna Desa Tente Muslim menjelaskan, ada yang janggal pada pengelolaan anggaran MTQ. Pihak pemerintah desa malah mendahulukan anggaran Rp 18 juta untuk hadiah dan honor para dewan hakam dan dewan hakim, padahal anggaran pembuatan panggung dan persiapan lainya tidak dianggarkan lebih dulu.

Lebih mengherankan lagi, ungkapnya, anggaran hadiah dan honor tersebut justeru disimpan oleh bendahara desa, tidak diberikan ke bendahara panitia yang sudah dibentuk.

“Lantas untuk apa panitia dibentuk jika tidak diberdayakan. Makanya penyegelan dilakukan oleh pemuda, karena kesal dengan persoalan ini,” sorotnya.

Menurut Muslim, mestinya pemerintah desa mengutamakan anggaran untuk persiapan kegiatan. Karena tidak mungkin panitia mendatangi tiap rumah warga, untuk meminta dana pembuatan panggung.

“Ini aneh sekali. Padahal anggaran panggung dan sebagainya sudah ada sebanyak Rp 30 juta lebih, tapi entah ke mana anggaran tersebut disimpan,” sesalnya.

Ia mengakui, sekitar pukul 16.00 Wita, kantor yang disegel tersebut dibuka oleh para tokoh masyarakat setempat. Sementara alasan dibukanya penyegelan tersebut, Muslim mengaku tidak tahu pasti.

Di tempat berbeda, Ketua Panitia MTQ Muhamad Ali mengakui, sebelum pemuda menyegel kantor desa, sempat mendatanginya untuk menanyakan apakah anggaran itu sudah cair atau belum. Ia pun menjawab jika anggaran tersebut belum dicairkan.

“Saya sampaikan, kalau saya tidak tahu alasan pemerintah desa tidak mencairkan anggaran itu,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa setempat hingga berita ini diturunkan, belum bisa dikonfirmasi.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *