Naisya Tewas Tenggelam, Begini Cerita Penjaga Kolam Arema

Kota Bima, Kahaba.- Penjaga kolam pemandian Arema Eki bercerita tentang tewas tenggelamnya Naisya Astriani (9) siswi SDN 14 Kota Bima, dihadapan sejumlah pekerja media, Jumat (11/11). Eki merupakan karyawan yang saat itu menjaga dan melihat pertama kali bocah asal Kelurahan Lewirato itu tenggelam.

Eki penjaga kolam arema menunjukan lokasi tenggelamnya Naisya. Foto: Bin

Eki penjaga kolam arema menunjukan lokasi tenggelamnya Naisya. Foto: Bin

Menurut Eki, rombongan siswa itu tiba di tempat pemandian sekitar pukul 14.00 Wita. Sebelum mandi, guru pendamping juga memberikan pengarahan kepada siswa. Sesaat kemudian, siswa masuk kolam dan berenang.

“Siswa beraktifitas seperti biasa, seperti pengunjung kebanyakan. Mandi dan berenang dengan didampingi guru,” katanya.

Sembari terus mengontrol keberadaan pengunjung, kata Eki, dirinya juga membersihkan areal sekitar kolam. Sewaktu guru meniup peluit tanda waktu berenang selesai, dirinya memutar dan melihat sekeliling.

Saat yang bersamaan, dirinya melihat ada sosok tubuh yang berada didasar kolam dewasa. Eki waktu melihat sosok tersebut sempat bertanya kepada salah seorang guru yang berdiri sekitar 3 meter dari kolam dewasa sedalam 150 cm.

“Saya tanya ke gurunya, ko’ siswa yang ini kuat sekali menyelam. Sebelum gurunya menjawab pertanyaan saya, saya langsung nyebur dan menyelamatkan anak itu. Saya nyebur karena saya melihat anak itu ternyata tidak bergerak,” ungkapnya.

Diakui Eki, kejadian tersebut sekitar pukul 16.00 Wita. Setelah  diangkat dari dasar kolam, dirinya sempat memompa jantung Naisya. Kemudian salah seorang guru pendamping memberikan nafas buatan. Tapi tetap saja, Naisya tidak bergerak.

“Saat itu juga, anak itu dilarikan ke RSUD Bima oleh guru pendamping,” ujarnya.

Sambung pria berbadan kurus itu, dirinya tidak mengetahui apakah Naisya sengaja pergi berenang di kolam dewasa atau jatuh tergelincir ke kolam dewasa. Karena saat itu, dirinya hanya melihat tubuh Naisya sudah berada di dasar kolam.

“Hanya itu yang saya tahu, anak itu pertama saya lihat sudah tidak bergerak di dasar kolam dewasa,” katanya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *