SMAN 1 Kobi Tarik Sumbangan Khusus Demi RSBI

Kota Bima, Kahaba.- Keluhan adanya dana sumbangan khusus kembali disuarakan orang tua murid di SMA Negeri 1 Kota Bima. Dari uang SPP sebesar Rp 1.560.000 per tahunnya, ternyata empat tahun terakhir sejak tahun 2009 tetap ditambah dengan penarikan dana sumbangan khusus oleh komite sekolah pada orang tua murid. Dana sumbangan khusus itupun bervariatif, ditahun 2009 dan 2010 sebesar  Rp 150 ribu sedangkan dua tahun terakhir (2011-2012, red) sebesar Rp 200 ribu.

SMA Negeri 1 Kota Bima/foto: Bima Mawardy

Orang tua siswa yang enggan dituangkan namanya mengaku dana sumbangan khusus itu tidak boleh terkesan wajib di bayar. Karena kemampuan orang tua siswa tak semuanya dari golongan yang berada. Belum lagi penarikan uang pendaftaran ulang saat naik kelas II dan III sebesar Rp 150 ribu serta saat mendaftar masuk di kelas I harus membayar sumbangan khususnya sebesar Rp 800 ribu.

“Semestinya, SMAN 1 dan pihak komite jangan selalu mengharap dana bantuan dari masyarakat. Namun lebih pada upaya meningkatkan prestasi sekolah agar dukungan dari pihak terkait seperti pemerintah dan lembaga yang peduli terhadap dunia pendidikan dapat memberikan bantuan moril dan materil,” harapnya.

Kahaba yang mendatangi SMAN 1 Kota Bima, Kamis, 6 September 2012 mengkonfirmasi hal tersebut ke pihak sekolah. Saat diterima Wakasek Humas, Drs. Sarujin menjelaskan, bahwa dana sumbangan khusus itu adalah keputusan komite sekolah dan dipergunakan empat tahun terakhir ini dalam rangka persiapan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).

Dari anggaran tersebut lanjut Sarujin, dipergunakan untuk pembelanjaan penunjang fasilitas IT di sekolah sebagai tuntutan RSBI. Selain itu, minimnya bantuan dari pemerintah mengharuskan kebijakan sekolah untuk tetap meminta bantuan dari masyarakat. Dana itupun ditarik hanya untuk kelas II yang berjumlah 276 siswa dan keas III yang berjumlah 232 siswa.

Di tempat yang sama, penanggung jawab RSBI, Ridwan, S.Pd menjelaskan, bahwa penarikan dana sumbangan khusus tidak semuanya ditarik dari orang tua murid. Ada anggaran yang turun dari pemerintah pusat sebesar Rp 100 juta untuk memberikan beasiswa kepada siswa tidak mampu dan berprestasi.

“Ada sekitar 40-an siswa yang mendapat beasiswa, sehingga mereka tak perlu membayar uang SPP maupun sumbangan khusus,” ujar Guru muda itu. [BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *