Sebelah Utara Pembukaan Jalan Baru Amahami itu Lahan Warga

Kota Bima, Kahaba.- Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Kota Bima, M. Amin mengaku pembukaan jalan baru di pantai Amahami tersebut menjadi pembatas dimana lahan warga dan laut yang tidak bisa lagi ditimbun oleh warga. (Baca. Warga Dara Usir Pekerja Timbunan Laut Amahami)

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Kota Bima, M. Amin. Foto: Bin

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Kota Bima, M. Amin. Foto: Bin

Kepada sejumlah pekerja media di ruang kerjanya Amin menjelaskan, yang ditimbun itu bukan lahan warga, tapi akses jalan baru yang menghubungkan ke Jembatan Padolo Tiga. (Baca. Tinjau Timbunan Amahami, Dewan Minta Pekerjaan Dihentikan)

“Pemerintah tidak menimbun laut untuk lahan warga, tapi membuka jalan baru. Jalan itu nanti yang akan menjadi pembatas dimana lahan warga dimana laut,” ujarnya, Selasa (15/11).

Ia menjelaskan, setelah jalan dibangun. Sebelah selatan jalan itu laut, dan tidak boleh siapapun yang bisa menimbun untuk dijadikan lahan pribadi. Sementara sebelah utara jalan, merupakan lahan warga. (Baca. Laut Amahami Ditimbun, Nenek ini Histeris)

“Keberadaan jalan itulah nanti yang akan memperjelas dimana lahan warga dan dimana laut,” jelasnya.

Lantas siapa saja yang memiliki lahan disebelah utara jalan itu? Amin mengaku tidak mengetahui pasti siapa pemilik lahan tersebut.

“BPN mungkin yang tahu siapa pemilik lahan disebelah utara,” katanya.

Ia melanjutkan, mengenai masalah protes warga Senin kemarin sudah dibahas. Pekerjaan pembukaan jalan baru juga sudah mengantongi UKL dan UPL dan telah memiliki kontrak pekerjaan.

Sementara mengenai target penyelesaian pekerjaan tambah Amin, akan diupayakan rampung dikerjakan selesai sekitar tahun 2017.

“Rencana pembukaan jalan baru ini juga disesuaikan dengan rencana pemerintah membangun Kota Tepian Air di kawasan Amahami,” tambahnya.

Pantauan Kahaba, disebelah utara jalan baru yang dibangun Pemerintah tersebut masih berupa laut dan masih ditumbuhi pohon bakau. Jarak jalan baru itu dengan ujung daratan disebelah selatan Pasar Amahami sekitar 100 meter.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *