Ada Pungli Saat Penyaluran Bibit Jagung di Kecamatan Wawo

Kabupaten Bima, Kahaba.- UPTD Pertanian dan Tanaman Pangan Kecamatan Wawo diduga menarik sejumlah uang kepada masing-masing kelompok tani saat menyalurkan bibit jagung beberapa hari yang lalu.

Ilustrasi PungliSalah satu kelompok penerima bantuan Muhsin mengatakan, ada uang yang dibebankan kepada kelompok dengan nilai sebesar Rp 600 ribu. Rinciannya, Rp 100 ribu untuk ongkos pengangkutan barang dan Rp 500 ribu untuk biaya administrasi.

Sementra itu, Kepala UPTD Pertanian dan Tanaman Pangan Kecamatan Wawo M. Taufan mengaku uang tersebut merupakan hasil kesepakatan dengan kelompok, yang juga untuk kepentingan kelompok. Proses penarikan dikelompok pun dibebankan ke masing-masing anggotanya.

“Karena SDM kelompok yang masih kurang, sehingga dalam mengurus administrasi seperti CPCL, foto copy, proposal dan lainya diberikanlah kepada PPL untuk mengerjakannya. Itulah pengunaan uang itu”, ungkapnya.

Besarnya nilai uang itu, menurut Taufan masih wajar dan itu juga bagian dari upaya membantu kelompok sehingga kendala-kendala yang mereka hadapi bisa terselesaikan.

Sementara itu, kepala BP3K Wawo Ermi Rahmantiar yang dikonfirmasi justru menuding wartawan mencari-cari kesalahan dan meminta hasil wawancara untuk tidak direkam. Dia juga membantah uang tersebut semuanya diperoleh oleh PPL.

“Uang 500 itu dibagi tiga dengan nilai yang sama besar. Yang punya program UPTD Pertanian dan Tanaman Pangan, PPL dan Babinsa. Silahkan kamu bagi tiga saja,” ungkapnya dengan nada kesal.

*Kahaba-08

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *